5 Lawan Terberat Valentino Rossi di MotoGP, Nomor 1 Tak Kunjung Dikalahkan

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 38 2437264 5-lawan-terberat-valentino-rossi-di-motogp-nomor-1-tak-kunjung-dikalahkan-45CjtCB6AW.jpg Valentino Rossi. (Foto: MotoGP)

VALENTINO Rossi telah mengukir karier begitu manis dan sangat panjang di pentas MotoGP. Setelah lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia balap motor grand prix ini, The Doctor -julukan Valentino Rossi- sudah berhadapan dengan banyak sekali lawan yang tentunya juga beragam jenisnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan Rossi dengan Marc Marquez tentunya paling diingat publik. Duel sengit keduanya yang kerap kali tersaji dalam balapan tak ayal selalu menarik perhatian lebih dari khalayak ramai.

BACA JUGA: Berusia Senja, Sulit bagi Valentino Rossi untuk Bangkit Lagi di MotoGP

Dari sederet lawan yang pernah dihadapi Valentino Rossi, ada beberapa pembalap yang dinilai paling terberat bagi Rossi. Siapa saja mereka? Berikut lima lawan terberat Valentino Rossi di MotoGP.

BACA JUGA: Memble di MotoGP 2021, Aleix Espargaro: Valentino Rossi Sudah Tak Sesegar Dulu!

5. Max Biaggi

Salah satu lawan terberat Valentino Rossi ialah Max Biaggi. Meski sama-sama berasal dari Italia, kedua pembalap ini tetap terlibat persaingan yang sangat sengit.

Pemandangan duel sengit keduanya bisa terlihat kala sama-sama bersaing di kelas premier yang kala itu masih disebut kelas 500 cc pada Sejak Rossi naik ke kelas 500 cc pada 2000, rivalitas sengit sudah terlihat dengan Biaggi. Bahkan, hal itu tak hanya terlihat saat balapan, tetapi juga di luar sirkuit.

Max Biaggi dan Valentino Rossi

Salah satu duel sengit di lintasan sendiri bisa terlihat dalam balapan MotoGP Afrika Selatan 2004. Susul-menyusul antara Rossi yang membela Yamaha kala itu dengan Biaggi yang menunggangi Honda terlihat dalam perebutan kemenangan. Sakit ketatnya duel, catatan waktu Rossi yang memenangi balapan hanya terpaut 0,210 detik dari Biaggi yang mengisi podium kedua.

Sepanjang perduelan ini, Rossi pun bisa dibilang berhasil mengalahkan Biaggi karena kariernya terukir jauh lebih sukses. Pembalap berusia 42 tahun itu mengemas lima juara dalam rentang 2000 hingga 2005 yang merupakan musim terakhir Biaggi berkarier di MotoGP. Sementara Biaggi, dia finis di urutan kedua, ketiga, dan kelima dalam lima musim tersebut.

4. Sete Gibernau

Kemudian, ada nama Sete Gibernau. Rivalitas Rossi dengan Sete Gibernau juga termasuk yang tersengit di pentas MotoGP. Pemandangan itu tepatnya mulai terlihat pada 2003.

Sejatinya, Rossi dan Sete Gibernau diketahui memiliki hubungan yang baik karena sering terlihat berlibur bersama. Tetapi, semuanya berubah pada 2003 dan 2004, setelah Rossi berhasil membuat publik tercengang dengan merebut gelar bersama dua pabrikan berbeda, yakni Honda dan Yamaha.

Sete Gibernau dan Valentino Rossi

Kesuksesan Rossi tak turut dirasakan oleh Gibernau. Pembalap asal Spanyol itu harus puas hanya menyabet status sebagai runner-up. Perubahan hubungan keduanya pun terlihat jelas di MotoGP Qatar 2004.

Kala itu, Gibernau dan Honda membuat laporan ke Race Direction yang berisi tudingan bahwa Rossi dan Yamaha telah menyapu serta menyikat gridnya sebelum balapan. Hal ini dilakukan guna mendapat grip lebih baik saat balapan. Laporan Gibernau berujung pada dihukumnya Rossi yang harus start dari posisi paling belakang. Gibernau yang murka pun menyumpahi Rossi kala itu agar tak menang lagi di MotoGP.

3. Jorge Lorenzo

Selain dua nama di atas, persiangan Rossi dengan Jorge Lorenzo juga tak kalah sengit. Rivalitas keduanya bisa dibilang salah satu yang terpanas yang pernah terjadi di MotoGP. Persaingan tersebut pun menarik banyak perhatian kedua pembalap diketahui membela tim yang sama, yakni Yamaha.

Keduanya sudah menunjukkan gelagat hubungan tak baik sejak Lorenzo datang ke Yamaha pada 2008. Rossi disinyalir tak menyukai keberadaan Lorenzo di timnya. Bagi Rossi, keputusan merekrut Lorenzo menjadi bukti Yamaha tak menghormatinya.

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi

Kakak dari Luca Marini itu bahkan sampai meminta garasi mereka dipisahkan oleh tembok pembatas. Duel sengit mereka juga kerap kali tersaji di atas sirkuit hingga membuat balapan tentunya menjadi kian menarik.

Lorenzo yang tampil apik membuat Rossi tampak makin jengkel. Pembalap asal Italia itu pun akhirnya memilih pindah ke Ducati pada 2011 dan 2012. Karier yang tak manis di Ducati membuatnya kembali ke Yamaha dan bertandem dengan Lorenzo pada 2013.

2. Casey Stoner

Casey Stoner juga menjadi rival terberat Rossi di MotoGP. Rivalitas keduanya terlihat sejak Stoner pindah ke Ducati pada 2007. Sebab, kepindahan pembalap asal Australia itu ke Ducati ternyata telah menjadi keputusan tepat hingga membuatnya tampil fantastis.

Casey Stoner

Stoner pun berhasil menyegel gelar juara dunia pada tahun pertamanya membela Ducati. Untuk bisa merebut titel, Stoner harus bersaing sengit dengan Rossi. Gesekan pun tampaknya terjadi dalam hubungan mereka hingga rivalitas sengit terus tersaji di tahun-tahun berikutnya.

Salah satu yang paling disorot adalah kala Rossi menabrak Stoner dalam balapan. Tepatnya, hal itu terjadi di MotoGP Spanyol 2011. Usai insiden itu, Rossi langsung mendatangi garasi Stoner untuk meminta maaf. Tetapi, Stoner memberi jawaban menohok. Dia menyebut Rossi terlalu berambisi hingga menutupi talentanya.

1. Marc Marquez

Terakhir, di puncak daftar ini, ada nama Marc Marquez. Ya, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, rivalitas Rossi dan Marc Marquez telah meramaikan balapan MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.

Rivalitas ini sendiri sudah terbangun sejak Marc Marquez datang ke kelas MotoGP pada 2013. Siapa sangka, Marc Marquez langsung berhasil membuat gebrakan besar dengan merebut gelar juara di musim debutnya tersebut.

Marc Marquez dan Valentino Rossi

Pemandangan ini tentunya tak disukai Rossi yang masih sangat kompetitif dan punya ambisi besar menyegel gelar juara kala itu. Tetapi awalnya, meski kerap terlibat persaingan sengit di sirkuit, Rossi dan The Baby Alien -julukan Marc Marquez- tetap terlihat memiliki hubungan baik.

Tetapi, semua pemandangan itu berubah sejak 2015. Kala itu, Rossi diketahui tengah bersaing memperebutkan gelar juara. Dia sudah memimpin klasemen sejak seri pertama.

Namun, Marc Marquez tampak ingin mengusik gelar juara Rossi kala itu. Sadar peluangnya kecil untuk menyegel gelar saat itu, Marquez pun dituding memilih membantu rekan sekompatriotnya yang juga menjadi rekan setim Rossi kala itu, yakni Jorge Lorenzo, untuk merebut gelar dunia. Usaha Marquez pun berhasil karena Lorenzo menjadi juara, dan Rossi gagal menyegel gelarnya ke-10.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini