Petronas SRT Masih Kesal Gagal Jadi Juara Dunia MotoGP 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 38 2370528 petronas-srt-masih-kesal-gagal-jadi-juara-dunia-motogp-2020-M8PjXPN9jw.jpg Razlan Razali duduk di pinggir lintasan (Foto: MotoGP)

SELANGOR – Pemilik Tim Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, mengaku pihaknya masih kesal karena kehilangan gelar juara dunia pada MotoGP 2020. Bahkan, kekesalan serta kekecewaan yang dirasakan Petronas SRT, lebih besar dari pada Yamaha Motor Racing.

Seperti diketahui, Fabio Quartararo sempat memimpin klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 hingga pertengahan musim. Sayangnya, performa pembalap asal Prancis itu perlahan menurun hingga puncaknya kehilangan tahta pada MotoGP Aragon 2020.

Baca juga: Intip Foto-Foto Valentino Rossi Tampil Perdana dengan Seragam Petronas Yamaha SRT

Sudah jatuh tertimpa tangga. Yamaha dijatuhi hukuman pengurangan 50 poin di klasemen konstruktor gara-gara memakai suku cadang ilegal. Masalah-masalah tersebut kemudian ikut memengaruhi penampilan tim satelit Petronas SRT.

Fabio Quartararo gagal jadi juara dunia (Foto: MotoGP)

Razlan Razali mengakui pihaknya sempat kesal dengan Yamaha pada penghujung musim. Namun, masalah itu sudah diselesaikan ketika berbicara langsung dengan kubu Yamaha pada Desember 2020. Pun begitu, kepahitan karena gagal menjadi juara dunia, masih membekas.

Baca juga: Petronas Yamaha Resmi Rilis Motor Balap Valentino Rossi dan Morbidelli untuk MotoGP 2021

“Kami sungguh-sungguh kesal ketika kehilangan gelar juara dunia dan Yamaha kehilangan peluang menjadi juara dunia konstruktor di Valencia,” tutur Razlan Razali, sebagaimana dimuat Motorsport, Selasa (2/3/2021).

“Sepertinya, kami lebih sedih dibandingkan mereka (Yamaha). Namun, kami sudah menyelesaikan itu semua pada pertemuan Desember lalu,” tukas pria berkebangsaan Malaysia tersebut.

Saking kesalnya dengan situasi, Razlan Razali sempat merasa timnya diperlakukan lebih sebagai pelanggan ketimbang mitra oleh Yamaha. Ia berharap dapat segera menyegel kontrak kerja sama baru dengan Yamaha sehingga tidak lagi disebut sebagai tim satelit atau independen.

“Kami sempat merasa lebih sebagai pelanggan ketimbang mitra (Yamaha). Kami merasa, kamilah pihak yang menginginkan lebih daripada yang lain,” sungut Razlan Razali.

Razlan Razali sempat kesal pada Lin Jarvis dan Yamaha (Foto: MotoGP)

“Kami berharap pada Mei atau Juni nanti, kami bisa melakukan finalisasi kerja sama baru dengan Yamaha sehingga kalian semua bisa berhenti menyebut tim ini satelit atau independen. Saya benci dengan istilah itu,” tandas mantan CEO Sirkuit Internasional Sepang itu.

Ya, kontrak kerja sama Yamaha dengan Petronas SRT akan berakhir pada penghujung Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Pabrikan berlogo garpu tala itu harus bergerak cepat mengamankan tanda tangan Petronas SRT. Sebab, sejumlah pabrikan kabarnya sudah mengincar tim tersebut sebagai mitra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini