Keluarga Aqeel pun mencoba berdiskusi dengan TSSAA, NFHS, dan Dewan Penasihat Muslim Amerika (AMAC) untuk membicarakan terkait pelarangan penggunaan hijab di pertandingan voli. Singkat cerita, semua pihak pun memutuskan untuk mencabut pelarangan penggunaan hijab itu.
“Tujuan kami adalah untuk membuat para atlet dapat berpartisipasi selama tidak ada yang mengancam keamanan. Jadi, sangat masuk akal bila melonggarkan peraturan itu (pelarangan penggunaan hijab) dan menghapus persyaratan bagi negara bagian untuk mengizinkan penggunaan penutup kepala religious,” terang Ketua Komite, Jo Auch, sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (16/2/2021).

Jadi, gara-gara Aqeel dan keluarganya yang terus berjuang untuk menuntut haknya itulah yang pada akhirnya membuat kini pevoli muslim bisa mengenakan hijab di daerah negara bagian Tennessee.
Tentunya diharapkan negara-negara bagian lain di Amerika Serikat bisa mengikuti peraturan tersebut, di mana atlet voli muslim boleh mengenakan hijab.
(Rachmat Fahzry)