“Pertanyaan yang sering saya tanyakan adalah mengapa saya harus memilih agama yang sangat asing bagi budaya Amerika dan nama yang sulit diucapkan orang. Beberapa penggemar sangat tersinggung, seolah-olah saya telah mengebom gereja mereka sambil merobek bendera Amerika,” ungkapnya.
“Orang tua saya tidak senang dengan pertobatan saya. Meskipun mereka bukan penganut Katolik yang ketat, mereka telah membesarkan saya untuk percaya pada agama Kristen dengan Injil,” sambung Abdul-Jabbar.
Abdul-Jabbar pun menjelaskan bahwa ia memilih Islam karena menurutnya itu agama yang benar. Abdul-Jabbar sendiri mengaku sakit hati dengan agama Kristen karena mendukung perbudakan di masa lampau.
“Sebenarnya, saya menolak agama yang asing bagi budaya Amerika saya dan memeluk agama yang merupakan bagian dari warisan Afrika hitam saya (Diperkirakan 15 sampai 30 persen budak yang dibawa dari Afrika adalah Muslim),” papar Abdul-Jabbar.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.