Tak Ada Wakil di Final Thailand Open 2021, Herry IP: Ganda Putra Tak Capai Target

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 40 2349705 tak-ada-wakil-di-final-thailand-open-2021-herry-ip-ganda-putra-tak-capai-target-9QrCgMroRP.jpg Herry IP dan Hendra Setiawan (Foto: Badminton Photo)

BANGKOK - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menilai anak-anak asuhnya tak mencapai target pada ajang Thailand Open 2021. Indonesia tak memiliki wakil di partai final usai Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dihentikan wakil Taiwan di babak empat besar.

Bermain di Impact Arena, Bangkok, Sabtu 23 Januari 2021, Ahsan/Hendra kalah rubber game dari unggulan enam asal Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin, 21-14, 20-22, 12-21. Sedangkan di sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan wakil Korea Selatan, Lee So He/Shin Seung Chan, 16-21, 18-21.

Khusus di ganda putra, pelatih Herry Iman Pierngadi menyebutkan bahwa pada dua Leg Asia kali ini, belum mencapai target. Anak-anak asuhannya yang diharapkan bersinar, terutama Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, justru gagal.

Baca juga: Hasil Lengkap Semifinal Thailand Open 2021: Greysia/Apriyani dan Ahsan/Hendra Terhenti, Indonesia Tanpa Wakil di Final

"Ya memang ganda putra tidak mencapai target. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian memang yang kami harapkan, tapi ternyata tidak berhasil. Mereka gagal. Nanti latihannya akan dievaluasi lagi. Memang banyak penurunan," ujar Herry IP dilansir dari laman resmi PBSI, Minggu (24/1/2021).

Pada kesempatan yang sama, Herry juga berbicara mengenai cedera betis kiri yang dialami Ahsan pada babak pertama. Ia mengakui kondisi tersebut memang memengaruhi penampilan pemainnya di lapangan.

Meski demikian, Herry juga gak ingin menyebut bahwa hal itu bukanlah alasan utama. Salah satu faktor lainnya adalah kondisi fisik yang mulai menurun akibat tampil di dua turnamen bertuntun.

"Cederanya Ahsan ada pengaruhnya, tapi lebih besar pengaruh karena stamina, karena usia tidak bisa dibohongi. Kalau memang tadi mau menang, kan seharusnya bisa dua gim. Yang gim kedua itu kan sudah setting," jelas Herry.

"Memang pada saat setting itu, ganda kita itu membuat kesalahan. Dua poin itu kan nyangkut sendiri. Memang handicapnya di lapangan, menang angin, kalah angin, atau bolanya juga sedikit berat," ujarnya lagi.

"Pemain-pemain seusia mereka ada handicap di situ. Saya berharap, nanti di World Tour Final penampilannya bisa lebih baik lagi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini