Gagal Juara Thailand Open, Pelatih Ungkap Kelemahan Praveen/Melati

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 40 2350375 gagal-juara-thailand-open-pelatih-ungkap-kelemahan-praveen-melati-5ZL6plQ7Tv.jpg Praveen Jordan/Melati Daeva (Foto: PBSI)

BANGKOK – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal meraih gelar juara Thailand Open 2021. Dari dua seri yang dilangsungkan di Bangkok secara berurutan tersebut, Praveen/Melati hanya tampil bagus di turnamen yang pertama.

Praveen/Melati yang sejatinya adalah unggulan kedua sebenarnya cukup diharapkan untuk membawa pulang gelar juara. Pada gelaran Thailand Open 2021 jilid pertama, pasangan ini mampu menembus partai final.

Kendati demikian, harus disayangkan karena Praveen/Melati justru tumbang di laga puncak oleh wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat pertarungan sengit tiga set, 3-21, 22-20, dan 18-21.

Baca juga: Ganda Putra Indonesia Gagal di Thailand Open, Herry IP: Masih Ada Harapan

Praveen/Melati (Badminton Photo)

Sementara itu, pada Thailand Open 2021 jilid kedua, Pravenn/Melati harus tersingkir di babak pertama (32 besar). Berhadapan dengan pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, Praveen/Melati yang merupakan peringkat empat dunia justru tumbang 21-14, 9-21, 13-21.

Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Ganda Campuran, Nova Widianto, menerangkan bahwa Praveen/Melati masih terlalu mudah untuk membuang poin. Selain itu, hasrat untuk meraih kemenangan dinilai Nova juga masih kurang.

“Jordan/Melati secara hasilnya tidak maksimal di dua pertandingan ini. Permainan juga kendalanya sama, masih banyak buang poin gampang, tapi yang kelihatan dari komunikasi, dan gregetnya kurang,” ujar Nova, dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (25/1/2021).

“Kita tidak masalahkan hasil, asal main sudah maksimal. Cuma di dua pertandingan ini saya liat gregetnya jauh tidak seperti waktu All England. Waktu keadaan tertekan, jadi gampang menyerah,” sambung legenda bulu tangkis Indonesia tersebut.

“Dari segi permaianan, musuh sudah pasti mempelajari keunggulan dari permainan Jordan/Melelati dan mereka kurang siap dengan itu,” tambahnya.

Praveen/Melati (PBSI)

Meski begitu, Nova tidak mau menyalahkan anak didiknya saja. Sebagai pelatih, Nova juga merasa bertanggung jawab atas kegagalan ini. Ia hanya berharap agar di turnamen berikutnya para pemain bisa menampilkan performa yang jauh lebih baik.

“Evaluasinya semua yg sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan, tapi ini tetap jadi tanggung jawab kita sebagai pelatih. Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa jadi alesan karna semua pemain juga mengalami,” papar Nova.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini