Ganda Putra Indonesia Gagal di Thailand Open, Herry IP: Masih Ada Harapan

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 40 2350297 ganda-putra-indonesia-gagal-di-thailand-open-herry-ip-masih-ada-harapan-rB5LppCXKr.jpg Leo Rolly/Daniel Marthin (Foto: Badminton Photo)

BANGKOK – Ganda putra Indonesia yang biasanya merajai turnamen-turnamen BWF kini justru mengalami kegagalan di Thailand Open 2021. Dalam dua penyelenggaraan Thailand Open yang baru saja dihelat, tak ada satu pun ganda putra Tanah Air yang menjadi juara.

Di dua turnamen tersebut, Indonesia sejatinya menurunkan lima wakil pada nomor ganda putra. Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Indonesia juga mengirim tiga pasangan muda.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Menariknya, penampilan ketiga pasangan muda ini mendapatkan pujian dari pelatih Herry Iman Pierngadi.

Baca juga: Thailand Open 2021, Pelatih Akui Sektor Tunggal Putra Tak Maksimal

Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian yang diharapkan bisa menjadi andalan ganda putra di turnamen tersebut sejatinya gagal menampilkan performa terbaiknya. Bahkan, tak ada satu pun dari mereka yang menembus partai final.

Fajar/Rian (Badminton Photo)

Kejutan justru dibuat oleh Leo/Daniel lantaran mampu melangkah hingga semifinal Thailand Open 2021 jilid pertama. Sayangnya, Leo/Daniel gagal melaju ke final karena kalah dari pasangan Malaysia, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong.

Kendati demikian, perjuangan Leo/Daniel tersebut mendapat pujian dari Herry IP. Terlebih, itu merupakan turnamen pertama Leo/Daniel di turnamen level super 1000. Menurut Herry IP, anak didiknya tersebut berhasil mengatasi tekanan dengan baik.

Herry IP juga senang melihta perjuangan Fikri/Bagas dan Pramudya/Yeremia. Herry IP melihat ada harapan bagi sektor ganda putra Indonesia di masa depan.

“Mereka pertama kali turun di super 1000, tapi bisa melawan dan oke mainnya. Jadi di satu sisi, ada harapan dengan tiga pasangan-pasangan muda ini,” ujar Herry IP, dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (25/1/2021).

Herry IP

“Mulai kelihatan hasil latihan mereka, bisa bersaing dengan lawan-lawan negara lain juga. Jadi ada dua sisi. Memang satunya gagal, yang satunya ada harapanlah," lanjut pelatih yang dijuluki Naga Api tersebut.

“Itu hasil selama 10 bulan lebih sparing dan latihan bersama dengan pemain-pemain top 10 yang ada di Indonesia. Seperti Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini