Keluhan serupa pernah dilontarkan Valentino Rossi jelang balapan penutup pada MotoGP Portugal 2020, 22 November silam. Dengan ketus, pria kelahiran Tavullia itu menyebut teknisi Yamaha memang mendengar masukan pembalap, tetapi pengembangan berjalan ke arah yang lain.
“Saya hanya bisa memberikan pengalaman dan berusaha mengatakan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan dari sudut pandang saya. Namun, kami memiliki masalah yang kurang lebih sama dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Valentino Rossi, dilansir dari Speedweek.
“Saya tidak yakin akan banyak perubahan tahun depan. Yamaha memang akan mendengar apa yang dikatakan pembalap. Namun, pada akhirnya mereka akan melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan,” sergah pembalap bernomor motor 46 itu.

Sebetulnya, masalah Yamaha tidak akan terjadi andai mereka memiliki seorang pembalap penguji yang mumpuni. Pada 2017 dan 2018, peran tersebut seharusnya dijalankan oleh Jonas Folger. Namun, pembalap asal Jerman itu tidak bisa maksimal menjalankan perannya karena penyakit.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)