Pol Espargaro Penasaran dengan Kuda Besi Honda

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 38 2319943 pol-espargaro-penasaran-dengan-kuda-besi-honda-L7MTFMnd6k.jpg Pol Espargaro (Foto: Reuters/Albert Gea)

GRANOLLERS Pol Espargaro tidak sabar tampil di MotoGP 2021 sebagai pembalap Repsol Honda. Dia pun penasasran dengan keganasan kuda besi Honda, RC213V, yang terkenal sulit dikendarai.

Perjalanan Pol bersama KTM Red Bull tidak akan berlanjut di MotoGP 2021 karena pembalap asal Spanyol memilih hengkang Honda. Pembalap berumur 29 tahun itu menerima kontrak berdurasi dua tahun dari Honda.

Pol Espargaro (Foto: Laman resmi MotoGP)

Pembalap berumur 29 tahun itu menggantikan adik Marquez, yakni Alex Marquez. Alex ditempatkan Honda ke tim satelit mereka, LCR Honda, pada musim depan. Alex akan berpartner dengan Takaaki Nakagami untuk dua tahun mendatang.

Alex tersingkir dari posisinya sekarang karena lambat beradaptasi dengan motor Honda, RC213V. Alex baru mampu mengeluarkan potensi maksimal dari RC213V, seperti yang dilakukan sang kakak, dalam tiga balapan terakhir.

BACA JUGA: Marc Marquez Bakal Gunakan Helm MotoGP 2020 di Musim Depan

Pol diharapkan bisa tampil lebih baik ketimbang Alex. Pol direkrut tim pabrikan berlambang sayap itu karena kemampuannya mengendarai motor KTM, RC16, yang punya karakteristik mirip RC213V.

Pol tidak takut dengan tantangan menjinakkan kuda besi Honda tersebut. Dia tahu tidak mudah melakukannya karena pembalap hebat seperti Jorge Lorenzo pun gagal.

Meski begitu, Pol tetap optimistis menatap musim depan. Sebab, Pol akan belajar dari pembalap terbaik di kejuaraan yang merupakan rekannya pada musim depan, Marc Marquez.

Pol Espargaro (Foto: Laman resmi MotoGP)

“Anda bisa pergi ke Honda dengan rasa takut atau pergi ke Honda dengan ambisi. Saya tidak sabar untuk belajar dari yang terbaik (Marquez), memahami apa yang dilakukan Marc (Marquez), melihat apakah motornya sesulit yang mereka katakan,” ucap Pol, menyadur dari Tutto Motori Web, Rabu (2/12/2020).

“Melihat berapa banyak pembalap yang gagal melaju kencang dengan motor itu, adalah sebuah tantangan. Akan tetapi, saya akan melakukannya perlahan. Jika ada yang saya pelajari hingga sekarang, itu bekerja dan sabar,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini