Gagal Sabet Triple Crown, Bos Suzuki Tak Ambil Pusing

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 03:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 38 2316244 gagal-sabet-triple-crown-bos-suzuki-tak-ambil-pusing-4jdtFKH1jc.jpg Joan Mir dan Tim Suzuki (Foto: MotoGP)

HAMAMATSU – Tim Balap Suzuki gagal menyabet triple crown di Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Meski demikian, hal ini nyatanya tak membuat Manajer Proyek Suzuki, Shinichi Sahara, merasa kecewa.

Suzuki sendiri sebenarnya adalah tim yang tidak disangka-sangka bakal tampil apik di pentas MotoGP 2020. Karena pada awalnya Marc Marquez dan Repsol Honda yang diprediksi bakal menguasai musim ini. Selanjutnya terdapat Yamaha yang pada akhir musim lalu tampil menjanjikan.

Kendati demikian, Marquez harus absen sepanjang musim kompetisi berlangsung karena mengalami cedera pada lengan kanannya. Sementara itu, Yamaha kerap tampil tidak konsisten yang membuat mereka kehilangan kans untuk meraih gelar juara.

Baca juga: Ezpeleta Lega MotoGP 2020 Akhirnya Bisa Rampung

Joan Mir

Pada akhirnya, hal ini dimanfaatkan oleh Suzuki. Pembalap mereka, Joan Mir, tampil sebagai juara dunia meski hanya sekali memenangkan balapan. Namun begitu, Mir tampil konsisten dengan sebanyak tujuh kali naik podium.

Bersamaan dengan melesatnya performa Mir, pembalap Suzuki lainnya, Alex Rins, juga mencatatkan peningkatan semenjak pertengahan musim. Maka dari itu, mereka mampu bahu-membahu untuk mengantarkan Suzuki Ecstar menyegel gelar tim terbaik.

Suzuki sebenarnya memiliki potensi untuk meraih triple crown. Sebelum balapan seri terakhir dilangsungkan, Suzuki masih menempati posisi puncak klasemen konstruktor dengan perolehan poin yang sama dengan Ducati.

Hanya saja, pada seri terakhir, kedua pembalap Suzuki justru tidak tampil maksimal. Joan Mir yang sudah berstatus sebagai juara dunia justru mengalami gagal finis karena masalah elektronik pada motorya. Sedangkan Alex Rins hanya bisa finis ke-15 di seri pamungkas.

Di sisi lain, pembalap Ducati, Jack Miller, mampu finis di posisi kedua pada seri terakhir tersebut. Maka dari itu, gelar konstruktor terbaik pun jatuh ke tangan Ducati. Meski demikian, hal ini tak lantas membuat Sahara bersedih.

Joan Mir dan Tim Suzuki

“Musim ini adalah yang terbaik yang pernah saya alami, Joan dan Alex melakukan pekerjaan luar biasa. Kami berharap bisa meraih triple crown dan tempat kedua di klasemen keseluruhan bersama Alex, tapi sayangnya ini tidak mungkin dilakukan setelah balapan yang sulit," ujar Sahara, dikutip dari Speedweek, Kamis (26/11/2020).

“Itu berarti kami memiliki tujuan yang sangat besar dan menarik untuk tahun depan. Terima kasih banyak untuk seluruh keluarga Suzuki, baik di pabrik maupun di sirkuit. Semua orang bekerja sangat keras untuk membawa kami ke titik ini," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini