Valentino Rossi: Yamaha Dengar Masukan Pembalap, tapi Diacuhkan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 38 2313788 valentino-rossi-yamaha-dengar-masukan-pembalap-tapi-diacuhkan-0utwauZej3.jpg Valentino Rossi berbicara kepada media (Foto: MotoGP)

PORTIMAO – Pernyataan Direktur Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, soal keterlibatan Valentino Rossi dalam pengembangan motor mendapat tanggapan dingin. The Doctor bahkan menuding Yamaha selalu menjalankan pengembangan sendiri sekali pun sudah mendengar masukan dari pembalap-pembalapnya.

Seperti diketahui, Valentino Rossi tidak akan lagi membela tim pabrikan Monster Energy Yamaha pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Pembalap asal Italia itu turun kasta ke tim satelit Petronas Yamaha SRT. Sekali pun tidak lagi membela tim pabrikan, sang pembalap tetap akan dilibatkan dalam pengembangan.

Memang, hasil pengembangan motor akan lebih dulu dirasakan oleh pembalap-pembalap tim pabrikan. Namun, Valentino Rossi dipastikan oleh Lin Jarvis akan ikut merasakannya. Sebab, Yamaha sudah berkomitmen memberikan dukungan penuh.

Baca juga: Rossi hingga Quartararo Kompak Keluhkan Kinerja Motor Yamaha, Ini Tanggapan Jarvis

Valentino Rossi berbicara di garasi (Foto: Twitter/@ValeYellow46)

Ditambah lagi, semua data yang dikumpulkan para pembalap akan dipertimbangkan untuk pengembangan. Valentino Rossi menanggapi pernyataan itu dengan dingin. Ia memang akan membantu dari sisi pengalaman, tetapi percuma jika teknisi Yamaha memilih mengambil kebijakan berbeda.

Infografis Valentino Rossi

“Saya hanya bisa memberikan pengalaman dan berusaha mengatakan apa yang dibutuhkan untuk pengembangan dari sudut pandang saya. Namun, kami memiliki masalah yang kurang lebih sama dalam beberapa tahun terakhir,” papar Valentino Rossi, dilansir dari Speedweek, Minggu (22/11/2020).

“Saya tidak yakin akan banyak perubahan tahun depan. Yamaha memang akan mendengar apa yang dikatakan pembalap. Namun, pada akhirnya mereka akan melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan,” sergah pembalap berusia 41 tahun itu.

Perlu diakui, Valentino Rossi sudah identik dengan Yamaha. Kecuali pada 2011-2012, pembalap kelahiran Tavullia itu sudah bersama Yamaha sejak 2004. Empat dari total sembilan gelar juara dunia berhasil dikumpulkan bersama pabrikan berlogo garpu tala itu.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir performa Valentino Rossi anjlok. Hal itu tidak terlepas dari buruknya YZR M-1. Banyak pihak menganggap, Yamaha mengembangkan motor tersebut ke arah yang salah.

Hal itu diakui oleh Valentino Rossi sendiri. Yamaha seperti mengalami masalah besar pasca ditinggal Jorge Lorenzo pada penghujung MotoGP 2016. Akibatnya, mereka tertinggal dari pabrikan lain, seperti Suzuki. Tidak heran, ia mendesak agar Yamaha mau mencontek Suzuki dalam hal pengembangan motor.

“Yamaha harus belajar kepada Suzuki. Mereka menggunakan mesin inline empat silinder, tetapi itu bukan masalah. Sayangnya, Yamaha tidak membuat langkah maju. Para teknisi yang menangani mesin di Yamaha harus memahami hal ini,” tutup Valentino Rossi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini