Manajer Ceritakan Kisah Pilu Joan Mir di Awal Kariernya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 38 2312068 manajer-ceritakan-kisah-pilu-joan-mir-di-awal-kariernya-Xaz4466q04.jpg Joan Mir pernah melalui jalan terjal (Foto: Suzuki Racing)

VALENCIA – Keberhasilan menjadi juara dunia MotoGP 2020 memang menjadi puncak karier seorang Joan Mir. Sang manajer, Paco Sanchez, menceritakan bagaimana pembalap berusia 23 tahun itu pernah mengalami kisah pilu ketika memulai karier di Kejuaraan CEV.

Seperti lazimnya pembalap lain, Joan Mir mengawali karier dari mini moto. Pada 2012, ia sudah siap untuk naik kelas ke CEV. Namun, pembalap kelahiran Mallorca itu tidak memiliki uang yang cukup untuk ikut serta. Paco Sanchez lantas berusaha membantunya.

Pria asal Spanyol tersebut kemudian menghubungi Alberto Puig, yang saat itu sudah punya jabatan penting di Honda Racing Corporation (HRC). Berkat bantuan Alberto Puig, Joan Mir kemudian bisa ikut balapan pada Kejuaraan Dunia CEV Moto3 Junior dan Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2013-2015.

Baca juga: Baru Juara, Joan Mir Siap Tantang Marquez di MotoGP 2021

Infografis Joan Mir

Kisah pilu kemudian terjadi pada 2015. Joan Mir sebetulnya sudah mengikat kontrak dengan Leopard Racing untuk berlaga di Moto3. Namun, ia lagi-lagi tidak punya uang. Paco Sanchez mencoba mencari bantuan, tetapi selalu ditolak.

“Saya menelefon Alberto Puig yang pernah memantaunya. Lalu, pada Februari 2015, saya mendapat panggilan telefon lagi. Joan sudah menandatangani kontrak dengan Leopard Racing untuk CEV dan Moto3. Namun, uangnya hilang,” ujar Paco Sanchez, dikutip dari Corse di Moto, Kamis (19/11/2020).

“Saya langsung menghubungi Leopard untuk memutus kontrak dan membayar penalti. Saat itu, saya mencoba menawarkan Joan ke tim lain, saya berbicara dengan semua orang, tetapi tidak ada yang menginginkannya,” imbuh pria asal Spanyol itu.

Rintangan tersebut tidak membuat Joan Mir menyerah. Ia berhasil mencapai kesepakatan dengan Leopard Racing untuk membalap pada Kejuaraan Dunia CEV Moto3 Junior 2015. Namun, Joan Mir hanya diberi motor buatan sendiri dan dengan anggaran yang tipis.

Dasar berbakat, Joan Mir mampu mengakhiri Kejuaraan Dunia CEV Moto3 Junior 2015 di peringkat empat. Ketika itu, ia mampu mengalahkan pembalap-pembalap muda yang diikat kontrak oleh sponsor plus dukungan pabrikan, seperti Nicolo Bulega, Albert Arenas, dan Aron Canet.

“Mereka semua mendapat motor pabrikan dan sponsor yang penting. Lihat di mana mereka sekarang, dan di mana Joan berada,” ujar Paco Sanchez dengan nada bangga.

Finis keempat itu membuat Joan Mir dilirik Leopard Racing untuk naik ke Moto3 2016. Semusim berselang, ia malah menjadi juara dunia Moto3 2017. Setelah hanya setahun di Moto2, Joan Mir promosi ke MotoGP 2019 bersama Suzuki Ecstar. Lagi-lagi, di musim keduanya, Joan Mir mampu menjadi juara dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini