Prinsipal Scuderia Ferrari Absen di F1 GP Turki 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 02:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 37 2308763 prinsipal-scuderia-ferrari-absen-di-f1-gp-turki-2020-5fcvhn8PVr.JPG Mattia Binotto berbicara kepada media (Foto: Reuters)

ISTANBUL – Niat Prinsipal Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, untuk melewatkan seri-seri terakhir Formula One (F1) 2020 benar-benar diwujudkan. Pria asal Italia itu akan memimpin tim dari markas besar mereka di Maranello pada F1 GP Turki 2020 akhir pekan ini.

Sebagaimana diberitakan, Mattia Binotto mengungkapkan rencana untuk melewatkan satu atau dua dari empat seri terakhir F1 2020, yang dimulai akhir pekan ini di Sirkuit Istanbul Park, Turki. Namun, belum diketahui seri mana saja yang akan dilewatkan.

Keputusan Mattia Binotto itu diambil demi mengawal pengembangan mesin dan mobil baru untuk F1 2021. Scuderia Ferrari memang bertekad menebus dosa atas pencapaian buruk sepanjang F1 2020, di mana mereka kesulitan untuk menembus papan atas.

Baca juga: Prinsipal Ferrari Absen pada Seri-Seri Terakhir F1 2020

Sebastian Vettel dan Charles Leclerc sulit mengeluarkan potensi mobil (Foto: Scuderia Ferrari)

Kepastian absennya Mattia Binotto dari pinggir lintasan itu disampaikan oleh Direktur Olahraga Scuderia Ferrari Laurent Mekies. Memang akan terasa aneh tidak melihat kehadiran sang bos secara fisik, tetapi jalur komunikasi akan tetap berlangsung seperti biasa.

“Mattia selalu memandang tugasnya dengan cara yang inovatif, berusaha berpikir di luar kebiasaan. Dia sering mengungkapkan metode kerja yang memberikan fleksibilitas untuk mengatur prioritas dengan cara seefisien mungkin,” papar Laurent Mekies, dikutip dari Crash, Jumat (13/11/2020).

“Dia sudah pernah mengadopsi pendekatan ini ketika masih menjabat sebagai direktur teknis dan sekarang benar-benar diaplikasikan ketika menjadi tim prinsipal,” sambung pria berkebangsaan Prancis tersebut.

“Mungkin akan terlihat aneh tidak merasakan kehadirannya secara fisik dalam rapat tim atau di pitwall. Namun, dia akan menggunakan semua teknologi komunikasi saat ini sehingga pesannya akan tetap terdengar oleh semua orang, di dalam mau pun luar tim,” tukas pria berkacamata itu.

Untuk F1 2021, Scuderia Ferrari memilih mencurahkan semua sumber daya untuk mengembangkan mesin baru. Sebab, mereka menilai defisit mesin dari para pesaing membuat The Prancing Horse begitu tertinggal dari pesaingnya di F1 2020.

Dari penilaian awal lewat dinamometer, Mattia Binotto yakin mesin baru itu punya performa dan keandalan yang menjanjikan. Sekali pun operasional dinamometer dibatasi, Ferrari percaya diri dapat mengembangkan mesin yang bertenaga.

“Mesin saat ini sudah mulai menyala dengan dinamometer dan menurut saya dari umpan balik yang didapat, baik dari sisi performa dan keandalan, terlihat menjanjikan,” ujar Mattia Binotto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini