Cerita Khabib Nurmagomedov dan Muhammad Ali Membela Prinsip Hidupnya

Antara, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 43 2304754 cerita-khabib-nurmagomedov-dan-muhammad-ali-membela-prinsip-hidupnya-olx56dxJh6.jpg (Foto: MMA Weekly)

JAKARTA - Khabib Nurmagomedov dan Muhammad Ali telah menjadi legenda dengan jalan yang telah dilaluinya. Ternyata, dua sosok ini memiliki persamaan dalam membela prinsip hidupnya.

UFC sendiri telah menganugerahkan Khabib Nurmagomedov peringkat terbaik pound for pound. Khabib juga tampaknya mendapat gelar "GOAT" (Greatest of all Time) atau terbaik sepanjang masa.

Dana White, Presiden UFC mengatakan Khabib Nurmagomedov layak diberi titel petarung UFC Greatest of all time. Terkait hal itu, Dana White segera membuat patung untuk Khabib.

Sementara itu, sang pemegang gelar Greatest of All Time lain, yakni Muhammad Ali yang menjadi terhebat karena sisi kemanusiaan, saat menolak perang Vietnam.

Baca juga: Presiden Putin Diminta Angkat Khabib Nurmagomedov Jadi Pahlawan Rusia

Baca juga: Kemenangan Khabib atas Gaethje Tunjukkan Betapa Hebatnya McGregor

"Hati nurani saya tidak akan membiarkan saya pergi menembak saudara saya, atau beberapa orang yang warna kulitnya lebih gelap, atau beberapa orang miskin yang kelaparan di lumpur untuk Amerika yang kuat dan besar," kata Ali dalam sebuah wawancara 1965.

Seperti dalam buku otobiografi Ali, “The Greatest: My Own Story", ia memilih masuk penjara untuk membela keyakinannya bahwa berperang ke Vietnam adalah perbuatan yang salah.

Padahal nama Ali saat itu sangat terkenal setelah merebut gelar kelas berat WBA dan WBC dari Sonny Liston pada 1964, namun ia tetap memilih risiko masuk penjara.

"Prinsip saya lebih penting dari uang atau gelar" kata Ali.

Sama seperti Ali, Khabib Nurmagomedov juga menyatakan hal prinsip tentang alasan lain mengapa ia mundur di tengah kejayaannya.

"Dalam hidup, saya tidak ingin terlalu berlebihan, bahkan walaupun Anda seorang miliuner, suatu saat akan tak bernafas. Karena itu saya ingin melakukan apa yang diperlukan saat saya mati," kata Khabib dalam wawancara setelah laga kontra Justin Gaethje via saluran YouTube Best of MMA, Minggu (25/10).

Tampaknya ini pembeda antara pemenang ranking pound for pound dengan Greatest of all Time. Ada hal-hal prinsip sehingga mereka menjadi legenda untuk menginspirasi bagi generasi berikutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini