Zarco Sedih Dovizioso Kehilangan Puncak Klasemen Gara-Gara Dirinya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 38 2286978 zarco-sedih-dovizioso-kehilangan-puncak-klasemen-gara-gara-dirinya-SCQOoMjP4z.jpg Andrea Dovizioso disenggol Johann Zarco (Foto: MotoGP)

BARCELONA – Pembalap Avintia Ducati, Johann Zarco, mengaku sedih karena menyebabkan Andrea Dovizioso gagal finis di MotoGP Catalunya 2020. Padahal, pria asal Italia itu tengah berjuang untuk meraih gelar juara dunia pertamanya.

Sekadar informasi, Andrea Dovizioso memasuki seri kedelapan di Catalunya dengan status pemimpin klasemen sementara. Pembalap berusia 34 tahun itu mengumpulkan 84 poin dan hanya terpaut satu angka dengan dua pesaingnya, Maverick Vinales serta Fabio Quartararo.

Nahas, harapan Andrea Dovizioso untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen buyar. Ia harus memulai lomba dari posisi 17. Puncaknya, pembalap bernomor motor 4 itu disenggol Johann Zarco pada tikungan kedua selepas start di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

Baca juga: Gagal Finis di MotoGP Catalunya 2020, Dovizioso Enggan Salahkan Zarco

Andrea Dovizioso tersungkur di gravel (Foto: Twitter/@MotoGP)

Akibatnya, Andrea Dovizioso gagal finis. Sementara itu, Fabio Quartararo keluar sebagai pemenang sehingga jarak keduanya melebar menjadi 24. Posisinya pun melorot ke urutan empat. Melihat rekannya kehilangan peluang menambah poin berharga, Johann Zarco merasa sedih.

“Saya merasa sedih. Pekan ini sungguh bagus dan saya berharap hal-hal baik saat balapan. Sayangnya, balapan saya harus berakhir di tikungan dua. Saya hanya refleks saja menghindari Danilo Petrucci, mengerem, dan terjatuh,” papar Johann Zarco, dikutip dari Motorsport, Kamis (1/10/2020).

“Masalahnya, ketika saya jatuh, Dovi tidak bisa menghindari saya. Padahal, Dovi sedang berjuang untuk kejuaraan dunia. Itu membuat saya sedih,” imbuh pria berkebangsaan Prancis tersebut.

Kendati kecewa, Andrea Dovizioso sadar hal itu murni sebuah kecelakaan. Ia semakin merasa frustrasi karena hal-hal seperti itu amat sulit untuk dihindari. Pembalap asal Forlimpopoli itu harus rela menerima kenyataan.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini