Share

Tinggalkan Ducati, Pernat: Dovizioso Muak Negosiasi Tak Pernah Berhasil

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 38 2263874 tinggalkan-ducati-pernat-dovizioso-muak-negosiasi-tak-pernah-berhasil-Ez4MTlUzHs.jpg Andrea Dovizioso. (Foto: Laman resmi MotoGP)

SPIELBERG – Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mendukung keputusan Andrea Dovizioso untuk berpisah dengan Ducati di penghujung musim 2020. Menurutnya, keputusan itu diambil karena Dovizioso dan manajernya, Simone Battistella, sudah muak dengan negosiasi yang tak pernah membuahkan hasil.

Dovizioso memang sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja samanya dengan Ducati pada musim depan. Keputusan itu telah dikonfirmasi langsung oleh Battistella sebelum gelaran MotoGP Austria 2020.

Andrea Dovizioso

Pada 15 Agustus 2020, Battistella membuat pernyataan tentang kepergian pembalap asal Italia itu dari Ducati. Pernyataan itu pun telah diamini langsung oleh Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti. Ia mengatakan kedua belah pihak tidak menemui titik temu untuk melanjutkan kerja sama.

BACA JUGA: Jadwal MotoGP Styria 2020, Dovizioso Menang Lagi?

Dovizioso sendiri mengaku tak memiliki rencana lain setelah pergi dari Ducati. Ia pun membuka peluang untuk absen menjalani balapan di MotoGP 2021 jika tak mendapat tim yang kompetitif.

Menurut Pernat, langkah yang diambil Dovizioso serta sang manajer untuk berpisah dengan Ducati adalah hal yang benar. Sebab, negosiasi yang dilakukan terkait kontrak baru tak pernah menemukan kesepakatan.

Pernat sendiri menyadari bahwa pihak Ducati ingin melakukan pembaruan terkait pembalapnya. Mereka membidik nama-nama pembalap muda karena bisa menjadi investasi untuk masa depan.

Bagi Pernat, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh tim-tim sehingga tak menyalahkan langkah yang diambil Ducati. Tetapi, ia menyayangkan sikap Ducati yang terkesan mengombang-ambing nasib pembalap andalannya itu.

Padahal, Dovizioso sendiri diketahui sudah memberi kontribusi besar kepada Ducati dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadikan dirinya pesaing terkuat Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dalam tiga musim terakhir MotoGP 2020. Meski gagal mengalahkan Marquez, ia berhasil menyabet status runner-up.

Andrea Dovizioso

“Andrea Dovizioso dan Battistella melakukan hal yang benar, mereka muak. Negosiasi tidak pernah berhasil,” ujar Pernat, sebagaimana dikutip dari GP One, Selasa (18/8/2020).

“Pembalap selalu memutuskan, tetapi manajernya melakukan semua yang dia bisa. Saya tidak membahas keinginan Ducati untuk meremajakan pembalap, tapi cara mereka melakukannya,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini