Ada Banyak Insiden di MotoGP sejak Seri Perdana, Rossi Luapkan Kekesalan

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 38 2263720 ada-banyak-insiden-di-motogp-sejak-seri-perdana-rossi-luapkan-kekesalan-GqSSMEz1Tq.jpg Valentino Rossi (Foto: Laman resmi MotoGP)

SPIELBERG – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mengaku geram dengan berbagai kecelakaan di MotoGP 2020 sejak seri perdana. Situasi ini membuat Rossi sedikit meluapkan kekesalan, terutama dengan insiden di MotoGP Austria 2020.

Rossi menilai singkatnya kejuaraan yang berlangsung pada musim ini membuat para pembalap tampil nekat. VR46 pun tak memungkiri bahwa para pembalap MotoGP pada musim ini memiliki tekanan untuk selalu tampil baik di setiap seri.

Valentino Rossi

Karena itu, berbagai usaha pasti akan dilakukan para pembalap demi mendapatkan hasil bagus di setiap balapan. Tak terkecuali dengan memaksimalkan agresivitas yang justru bisa membahayakan diri sendiri dan pembalap lain.

“Mereka bilang ini kejuaraan singkat, tetapi ada 15 seri balapan (MotoGP 14 seri balapan). Ada tekanan (yang dialami para pembalap),” ungkap Rossi, mengutip dari GP One, Selasa (18/8/2020).

Baca juga Rossi Akui Susah Konsentrasi Lagi Usai Nyaris Tertimpa Motor di MotoGP Austria

Jika berkaca pada seri perdana di Sirkuit Jerez, kecelakaan paling fenomenal terjadi pada Marc Marquez yang kini berakibat fatal. Sementara di MotoGP Andalausia 2020 banyak pembalap yang terjatuh dan hanya ada 13 pembalap saja yang mampu menyelesaikan balapan.

Pada seri ketiga di Sirkuit Brno, Republik Ceko, kecelakaan yang paling diingat adalah insiden Johann Zarco dan Pol Espargaro. Sementara di seri keempat yang baru saja terjadi akhir pekan ini adalah kecelakaan horor yang melibatkan Zarco dan Franco Morbidelli.

Tetapi, satu hal yang membuat Rossi merasa kesal adalah agresivitas para pembalap yang terlalu berlebihan. Puncaknya terjadi di MotoGP Austria 2020, ketika Rossi hampir menjadi korban kecelakaan Zarco dan Morbidelli yang membuatnya sangat shock.

“Saya pikir penyebab jatuhnya di Jerez adalah panas, di Brno soal aspal dengan banyak lubang dan sedikit cengkeraman, tetapi di sini karena agresivitas yang terus meningkat,” tambah pembalap berusia 41 tahun tersebut.

Valentino Rossi

“Semua orang ingin mencoba. Pada satu sisi itu bagus, tetapi kami tidak bisa melebih-lebihkan. Setiap orang harus ingat bahwa olahrga kita berbahaya, bukan hanya sebagian dari kami,” lanjut pembalap berpaspor Italia tersebut.

Sejauh ini, Rossi pun tak mengalami kendala berarti dan selalu terhindar dari kecelakaan di MotoGP 2020. Sementara satu-satunya kegagalan Rossi gagal finis pada musim ini adalah masalah teknis di MotoGP Spanyol 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini