Kesuksesan Rossi di MotoGP Andalusia 2020 karena Perubahan Basis Motor

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 38 2256505 kesuksesan-rossi-di-motogp-andalusia-2020-karena-perubahan-basis-motor-7FuEIiwykz.jpg Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

LESMO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, berhasil finis di posisi ketiga kala mentas dalam gelaran MotoGP Andalusia 2020. Hal tersebut sebenarnya cukup mengejutkan, mengingat The Doctor sudah setahun lebih tidak merasakan podium.

Sebelum balapan tersebut dilangsungkan, cukup banyak pihak yang menilai bahwa karier Rossi sebagai pembalap telah berakhir. Selain karena usianya yang sudah menginjak 41 tahun, pada balapan seri perdana MotoGP 2020, The Doctor juga gagal finis akibat motornya mengalami kegagalan mesin.

Menanggapi kesuksesan Rossi pada seri kedua, Direktur Pelaksana Yamaha, Lin Jarvis, menerangkan bahwa kuncinya terdapat pada perubahan basis motor. Ia mengakui bahwa basis motor yang digunakan Rossi di seri kedua berbeda dengan balapan pertama.

Baca juga: Marc Marquez Jalani Operasi Kedua

Valentino Rossi

Rossi sebenarnya tidak terlalu nyaman menggunakan motor dengan basis seperti di seri perdana. Sebab, basis motor tersebut hanya cocok untuk digunakan kepada Maverick Vinales dan Fabio Quartararo.

Mengingat kedua pembalap tersebut meraih sukses besar menggunakan basis motor itu, maka pihak Yamaha menilai bahwa The Doctor seharusnya menggunakan hal yang sama. Akan tetapi, setelah kegagalan pada balapan perdana, Rossi pun mencoba meyakinkan para teknisi untuk mengubah basis motornya.

Meski awalnya mendapat tentangan, namun mereka akhirnya menuruti permintaan Rossi. Karena menurut Jarvis, tak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Dan hasilnya pun terbukti, di mana The Doctor mampu tampil moncer hingga mendapatkan podium.

"Vale sangat kecewa setelah akhir pekan pertama. Kami memutuskan untuk mengubah sesuatu, ia benar-benar ingin mencobanya karena tidak ada ruginya," beber Jarvis, seperti dilansir dari Crash, Selasa (4/8/2020).

"Tapi kadang-kadang mengubah pikiran para teknisi Jepang tidak sesederhana itu. Karena kita memiliki banyak data dan informasi (untuk set-up saat ini) dan pembalap lainnya melaju cepat. Jadi mengapa pergi ke arah yang berbeda ini?” jelasnya.

"Kalian punya orang lain yang lebih cepat, tentunya Fabio dan Maverick, tetapi juga Frankie (Morbidelli), dan sebagian besar tim Yama ha kami punya rentang set-up yang sangat mirip. Zona tempat mereka bekerja cukup umum,” sambung Jarvis.

"Akan tetapi, Vale berjuang untuk mengatasi hal itu, untuk merasa nyaman dan membuatnya bekerja untuknya selama satu setengah musim terakhir, saya akan mengatakan itu," imbuh sang direktur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini