JEREZ – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, sampai saat ini masih berjuang untuk pulih dari cedera patah tulang lengan kanan yang didapati dirinya saat balapan di MotoGP Spanyol 2020. Gara-gara kecelakaan tersebut, Marquez pun sampai saat ini belum mendapatkan satu poin pun di ajang balapan MotoGP 2020.
Banyak pihak yang menyalahkan terlalu nekatnya Marquez menjadi alasan mengapa rider berjuluk The Baby Alien itu mengalami kecelakaan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Sebab ketika balapan seri perdana MotoGP 2020 itu berlangsung, Marquez memang sedang dalam performa yang sangat luar biasa lantaran mampu menyalip beberapa pembalap dari posisi belakang.
Baca Juga: Bukan Hanya Marquez, Dovizioso Mulai Lihat Rider Yamaha Sebagai Ancaman

Marquez dinilai terlalu keasyikan memacu motornya, padahal kala itu ia sudah berhasil memperbaiki posisinya yang sebelumnya berada di urutan ke-19 menjadi ke peringkat ketiga. Terlalu ngototnya Marquez disebut-sebut menjadi alasan mengapa rider tersebut mengalami kecelakaan parah di balapan tersebut.
Akan tetapi, ada pendapat lain yang merasa Marquez kecelakaan di Sirkuit Jerez itu karena terlalu mengandalkan perangkat elektronik dari motor RC213V miliknya. Orang yang berpendapat seperti itu adalah mantan rider MotoGP, yakni Colin Edwards.
Jadi, Edwards merasa jika saja Marquez tak terlalu memercayai perangkat eletronik motornya, maka rider asal Spanyol itu akan jauh lebih berhati-hati ketika balapan sedang berlangsung. Namun, karena Marquez nyatanya sangat percaya dengan perangkat eletroniknya, ia tetap memacu motornya dengan sangat cepat tanpa melihat kondis di sekitar.