Yamaha Terkejut Dovizioso Tidak Naik Podium di MotoGP Andalusia 2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 38 2255758 yamaha-terkejut-dovizioso-tidak-naik-podium-di-motogp-andalusia-2020-mDqonCakRC.jpg Andrea Dovizioso hanya finis posisi enam (Foto: Ducati Corse)

LESMO – Direktur Pelaksana Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, enggan mencoret Andrea Dovizioso dari daftar kandidat juara dunia MotoG 2020. Kendati tampil buruk pada MotoGP Andalusia 2020, DesmoDovi tetap merupakan salah satu yang harus diwaspadai.

Seri kedua MotoGP 2020 itu menjadi mimpi buruk bagi Andrea Dovizioso. Ia hanya bisa finis posisi enam pada Minggu 26 Juli malam WIB di Sirkuit Jerez-Angel Nieto. Padahal, pada seri perdana di tempat yang sama sepekan sebelumnya, pria asal Italia itu mampu naik podium di posisi tiga.

Menurunya penampilan Andrea Dovizioso berdampak pada peluangnya menjadi juara dunia MotoGP 2020. Ia baru mengoleksi 26 poin dari dua seri perdana. Selisih poin pun melebar menjadi 24 dengan pemuncak klasemen sementara, Fabio Quartararo.

Baca juga: Kata Dovizioso soal Persaingan Gelar Juara di MotoGP 2020

Andrea Dovizioso naik podium pada seri perdana (Foto: MotoGP)

Kendati ada selisih 24 poin, secara matematis peluang Andrea Dovizioso untuk juara dunia masih terbuka. Sebab, masih ada 11 seri tersisa (kemungkinan bertambah menjadi 13) pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Situasi itu membuat Lin Jarvis tidak mau buru-buru mencoret nama Andrea Dovizioso dari daftar pesaing juara. Menurutnya, pembalap berusia 34 tahun itu masih punya peluang cukup besar. Apalagi, ia selalu bisa tampil konsisten.

“Kami masih melihat Andrea Dovizioso bisa dianggap sebagai pesaing. Saya terkejut dia finis peringkat enam karena biasanya dia adalah Mister Konsisten. Jika tidak menang atau finis kedua, dia biasanya ada di empat besar,” papar Lin Jarvis, sebagaimana dimuat Speedweek, Minggu (2/8/2020).

Penurunan hasil yang dialami Andrea Dovizioso itu sedikit banyak diakibatkan oleh karakter motor Desmosedici GP20. Kuda besi tersebut memiliki tenaga besar yang tidak sesuai dengan karakter Sirkuit Jerez-Angel Nieto. Walau begitu, Lin Jarvis tetap saja heran.

“Ternyata, Dovizioso finis keenam. Saya sangat terkejut Ducati kesulitan pada balapan kedua,” tukas pria berkebangsaan Inggris itu lagi.

Nasib Andrea Dovizioso jauh lebih baik dibandingkan tiga rekannya yang sama-sama memakai motor Ducati. Danilo Petrucci dan Jack Miller terjatuh, sedangkan Francesco Bagnaia mengalami masalah mesin sehingga gagal finis.

Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 memang masih menyisakan minimal 11 seri lagi. Itu berarti, ada 275 poin yang bisa direbut oleh setiap pembalap hingga seri terakhir. Karena itu, segala kemungkinan tetap terbuka. Belum lagi, setiap balapan memiliki kejutan tersendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini