ABU DHABI – Petarung asal Amerika Serikat, Jorge Masvidal, harus menelan pil pahit di gelaran UFC 251. Berhadapan dengan Kamaru Usman dalam perebutan sabuk kelas welter UFC, ia harus takluk setelah bertarung lima ronde.
Usman dinyatakan menang telak dalam duel yang berlangsung di Fight Island yang terletak di Pulau Yas, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu 12 Juli 2020 pagi WIB itu. Juri memberi petarung asal Nigeria itu skor 50-45, 50-45, dan 49-46.

Mendapati hasil ini, Masvidal menilai Usman memang layak dijadikan pemenang dalam duel tersebut. Sebab, The Nigerian Nightmare itu dinilai menunjukkan penampilan yang jauh lebih baik darinya di sepanjang pertarungan.
BACA JUGA: Kamaru Usman, Petarung Muslim yang Jadi Penguasa di Kelas Welter UFC
Berbeda dengan Usman, Masvidal mengakui bahwa dirinya banyak melakukan kesalahan. Alhasil, petarung berjuluk Gamebred itu pun gagal merebut sabut juara kelas welter UFC dari pelukan Usman.
Meski begitu, Masvidal yakin bahwa dirinya bisa mengalahkan Usman jika dihadapkan kembali. Sebab, ia yakin bisa menunjukkan penampilan yang jauh lebih baik jika mempersiapkan diri lebih matang sebelum bertarung.
Kondisinya berbeda dengan duel saat ini. Masvidal baru menerima pengumuman duel melawan Kamaru Usman enam hari jelang gelaran UFC 251. Ia diminta bertarung melawan Usman setelah lawan yang semula dijadwalkan, yakni Gilbert Burns, dinyatakan positif terindeksi virus corona.
Masvidal sendiri akhirnya menerima tawaran duel tersebut. Ia memenuhi syarat karena hasil tesnya menyatakan negatif dari virus corona. Mavidal akhirnya terbang ke Abu Dhabi, menambah berat badan, dan langsung mempersiapkan diri di waktu yang tersisa.
Karena itu, jika kembali dipertemukan dengan Usman dan memiliki persiapan waktu lebih matang, Masvidal yakin bisa meraih kemenangan. Meski akhirnya kalah, ia tetap mendapat banyak hal positif dari pertarungan tersebut.
"Saya benci kalah. Saya tidak akan membuat alasan. Dia petarung yang lebih baik malam ini. Ada beberapa area di mana saya tidak menunjukkan hal yang baik. Ada juga beberapa area yang saya rasa pasti bisa mengalahkannya jika saya melakukan kamp pelatihan yang lebih baik,” ujar Masvidal, sebagaimana dikutip dari Sherdog, Senin (13/7/2020).

“Saya pikir saya menunjukkan banyak perlawanan selama enam hari bahwa saya tidak terlalu mudah untuk diturunkan di tanah. Saya membuat banyak kesalahan. Saya mencoba bertarung di tempat-tempat di mana saya tidak berpikir itu adalah yang terbaik,” lanjutnya.
“Tepat ketika saya akan lepas, dia akan meraih saya dan membawanya kembali ke dunianya. Jadi, saya tidak akan mengambil apa pun darinya. Dia menang dengan adil. Saya akan melakukan apa pun untuk kembali di depan pria itu dan bersaing lagi dan mengangkat tangan saya,” tukas petarung berusia 35 tahun itu.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.