Insiden Ini Bukti Panasnya Rivalitas Rossi dan Marquez

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 38 2241262 insiden-ini-bukti-panasnya-rivalitas-rossi-dan-marquez-P5JjEcGmUZ.jpg Marc Marquez vs Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

MILAN – MotoGP Malaysia 2015 jadi saksi bisu persaingan panas dua sosok hebat di lintasan balap, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) dan Marc Marquez (Repsol Honda). Insiden senggolan di antara keduanya akan selalu diingat oleh para penggemar MotoGP.

Rossi bersenggolan dengan Marquez, sehingga The Baby Alien –julukan Marquez– jatuh dan gagal menyentuh garis finis di Sirkuit Sepang. Rossi menempati posisi ketiga di belakang rekan setimnya, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa (Honda).

 Marc Marquez  vs Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Eks Manajer Tim Honda, Livio Suppo, menyatakan teman-teman Rossi jadi agresif dan berteriak kepada Marquez setelah balapan selesai. Teman-teman Rossi bahkan masuk ke garasi Honda untuk menyalahkan Marquez atas insiden yang terjadi.

BACA JUGA: Valentino Rossi Ajari Maverick Vinales Selalu Bersikap Positif

Suppo kemudian menemani Marquez ke Race Direction untuk melaporkan insiden dalam balapan. Marquez pun bertemu dengan Rossi untuk pertama kalinya setelah insiden di ruang Race Direction itu.

Suppo menilai semua menjadi drama untuk Marquez setelah MotoGP Malaysia 2015 selesai. Drama tersebut dialami Marquez yang waktu itu baru berusia 22 tahun. Marquez mampu melewatinya dengan baik meski hubungan dengan Rossi tidak pernah kembali seperti dulu.

“Perlombaan itu benar-benar menarik karena pertempuran antara Marquez dan Valentino (Rossi) sangat intens, tetapi berakhir terlalu cepat. Kesan pertama setelah kontak adalah bahwa Valentino sedang mencarinya, dia menatap Marc dan meregangkan kaki ke garis sampai tidak menyisakan ruang,” ujar Suppo, menyadur dari Tutto Motori Web, Sabtu (4/7/2020).

“Ketika Marc kembali ke garasi itu adalah sebuah drama nyata. Ada banyak kebingungan karena beberapa teman Valentino menjadi sangat agresif dengannya dan memasuki garasi untuk berteriak dan menyalahkannya atas apa yang terjadi. Kemudian kami harus pergi ke Race Direction dan itu adalah pertama kalinya Marc dan Vale bertemu setelah kecelakaan itu. Mudah untuk melupakan bahwa Marquez baru berusia 22 tahun ketika semua orang berbalik menentangnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini