Efek Corona Buat Direktur KTM Merasa Yakin Akan Ada Tim yang Bangkrut

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 38 2224352 efek-corona-buat-direktur-ktm-merasa-yakin-akan-ada-tim-yang-bangkrut-amMAQv52oW.jpg Para pembalap MotoGP. (Foto: MotoGP)

MATTIGHOFEN – Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menilai akan ada banyak tim yang takkan ikut serta di ajang balapan pada musim depan. Keyakinan Beirer itu berasal dari mulai goyangnya perekonomian dari tim-tim balap MotoGP yang diakibatkan dari wabah virus corona.

Tak adanya balapan telah membuat semua tim kehilangan dana dari para pihak sponsor. Tak ada dana maka tak ada uang yang mereka dapatkan untuk membayar banyak hal, termasuk pembalap tim tersebut.

Baca Juga: KTM Sambut Baik Rencana MotoGP Gelar Balapan di Sirkuit Jerez pada Juli 2020

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer

Andai saja musim 2020 belum dimulai juga, maka ada kemungkinan beberapa tim akan benar-benar bangkrut dan takkan bisa mengikuti balapan pada musim depan. Bagi Beirer, untuk tim-tim di MotoGP mungkin masih bisa sedikit bertahan.

Akan tetapi, Beirer memikirkan nasib tim-tim yang berada di kelas Moto2 dan Moto3 yang menurutnya pasti sangat merasakan dampak dari tak adanya balapan. Semua alasan itulah yang membuat Beirer merasa beberapa tim takkan ada lagi di paddock pada kompetisi 2021 karena mengalami kebangkrutan.

“Saya cukup yakin semua orang sedang berjuang dengan anggaran dan saya tidak yakin apakah setiap tim masih akan berada di paddock tahun depan, terutama di kelas yang lebih kecil karena sangat sulit untuk menjaga semua sponsor tetap hidup,” terang Beirer, dikutip dari Crash, Kamis (4/6/2020).

“Perusahaan yang berjuang dengan bisnis mereka sendiri akan memiliki waktu yang sulit untuk memberikan sponsor, dan apalagi tahun ini kami masih belum balapan. Karena hal tersebut maka tidak ada pendapatan dari sponsor untuk banyak tim saat ini,” tambahnya.

“Jadi, saat ini adalah momen yang sangat sulit bagi seluruh keluarga balapan motor. Bahkan saya akan mengatakan bahwa untuk semua olahraga profesional di seluruh dunia itu adalah momen yang sangat kritis,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini