nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lorenzo Yakin Bisa Juarai MotoGP jika Bertahan di Ducati

Andika Pratama, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 24 38 2218764 lorenzo-yakin-bisa-juarai-motogp-jika-bertahan-di-ducati-tEBi3eBr2c.jpg Jorge Lorenzo (Foto: MotoGP)

LUGANO – Pembalap penguji Monster Energy Yamaha, Jorge Lorenzo, berselisih paham dengan legenda hidup MotoGP, Giacomo Agostini. Semua berawal dari kritik Agostini kepada Lorenzo, soal tiga musim terakhirnya sebelum pensiun dari dunia balap motor.

Lorenzo menerima jika Agostini menyebutnya gagal di Repsol Honda pada musim lalu, tetapi tidak pada dua tahun sebelumnya di Mission Winnow Ducati. Lorenzo menilai semua orang tahu potensinya untuk menjuarai MotoGP, jika tetap bertahan di tim pabrikan asal Italia tersebut.

Jorge Lorenzo (Foto: AFP)

Lorenzo bergabung ke Ducati pada musim 2017. Pada musim perdananya, Lorenzo disibukkan dengan proses adaptasi sehingga hanya mampu meraih tiga podium. Akan tetapi, performa Lorenzo membaik pada musim berikutnya. Por Fuera –julukan Lorenzo– mampu meraih empat podium yang tiga di antaranya berbuah kemenangan.

BACA JUGA: Lorenzo Beberkan Alasannya Marah kepada Agostini

Catatan itu membuat Lorenzo percaya diri soal potensinya jadi juara MotoGP dengan Ducati. Lorenzo pun menegaskan Ducati baru meraih satu gelar juara MotoGP bersama Casey Stoner yang tampil luar biasa, bersama kombinasi mematikan, Desmosedici dengan ban Bridgestones. Lorenzo sayangnya tidak mendapatkan apa yang dimiliki Stoner sewaktu jadi juara MotoGP, sehingga dia gagal melakukan hal serupa.

“Semua orang tahu potensi yang akan dimiliki oleh pasangan Ducati-Lorenzo, jika mereka melanjutkan bersama. Dia (Agostini) tidak bisa mengatakan bahwa saya belum mendapatkan hasil apa pun dalam tiga tahun terakhir. Dalam sejarahnya, Ducati hanya memenangkan satu gelar dengan Stoner,” ujar Lorenzo, menyadur dari Tutto Motori Web, Minggu (24/5/2020).

“Stoner merupakan fenomena paling kejam yang pernah saya lihat dan motor yang memiliki kekuatan lebih dari 35 tenaga kuda dilengkapi dengan Bridgestones yang memungkinkan pengereman 30 meter setelah pembalap lain. Saya pikir sudah jelas bahwa sekarang lebih rumit untuk menang dengan ban tunggal. Dia bisa mengatakan saya kalah di Honda, tetapi tidak di Ducati,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini