PBSI Anggap Jadwal Baru Indonesia Open 2020 Ideal

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 23 40 2218453 pbsi-anggap-jadwal-baru-indonesia-open-2020-ideal-zNQru0DiY5.jpg Indonesia Open 2020 diundur ke November mendatang (Foto: PBSI)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, memastikan persiapan turnamen Indonesia Open 2020 segera dikebut. Sebab, jadwal baru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sudah dirilis. Apalagi, jadwal baru untuk Indonesia Open 2020 sudah sesuai harapan dari PBSI.

Seperti diketahui, Indonesia Open 2020 Super 1000 sedianya digelar pada Juni mendatang. Namun, pandemi virus Corona (Covid-19) menyebabkan turnamen bergengsi tersebut ditunda. BWF lantas mencoba merancang jadwal baru yang dimulai pada Agustus 2020.

Baca juga: BWF Umumkan Jadwal Baru, Indonesia Open Digelar pada November 2020

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara ganda putra di Indonesia Open 2019 (Foto: BWF)

PBSI sempat mengajukan agar Indonesia Open 2020 digelar pada September-Desember. BWF pun mengabulkan permintaan tersebut dengan memindahkan Indonesia Open ke 17-22 November 2020. Achmad Budiharto mengatakan, jadwal baru Indonesia Open 2020 cukup ideal.

“Dari awal kami mengajukan antara September-Desember dengan pertimbangan suasana wabah Covid-19 mulai mereda. Kami rasa, ini jadwal yang ideal, tidak mepet, tapi tidak juga terlalu jauh di akhir tahun karena ada turnamen BWF World Tour Finals,” tutur Achmad Budiharto, dikutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (23/5/2020).

Perubahan jadwal tersebut membawa konsekuensi tersendiri bagi para atlet. Sebab, mereka akan menghadapi jadwal padat terhitung sejak Agustus hingga Desember 2020. Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI dipastikan bakal menyusun skala prioritas terkait pengiriman pemain.

“Dengan jadwal padat, Tim Binpres harus menyusun skala prioritas, atlet mana saja yang akan ikut turnamen apa saja. Namun, ada beberapa turnamen yang masih akan dikonfirmasi dari negara penyelenggara,” tutup Achmad Budiharto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini