Tak Ada Balapan, Tim F1 Rugi Rp34 Miliar per Seri

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 37 2202870 tak-ada-balapan-tim-f1-rugi-rp34-miliar-per-seri-RctJeNoJY4.jpg Scuderia Alpha Tauri F1 merugi hingga 2 juta Euro per seri (Foto: Twitter/@AlphaTauriF1)

FAENZA – Start musim balap Formula One (F1) 2020 masih menjadi misteri. Ketiadaan balapan tentu saja membuat tim-tim merugi dari sisi finansial. Salah satu peserta, Scuderia Alpha Tauri (dahulu Toro Rosso), menyebut kerugian dari ketiadaan balapan mencapai 2 juta Euro (setara Rp34 miliar) per seri.

Seperti diketahui, sebanyak 10 seri awal F1 2020 terpaksa ditunda dan dibatalkan akibat pandemi virus Corona Covid-19. Start musim balap 2020 yang semula dijadwalkan pada 15 Maret, mundur hingga setidaknya GP Austria pada 5 Juli mendatang.

Baca juga: Vettel Bicara soal Masa Depannya di F1

Sepuluh seri balapan F1 terganggu wabah virus Corona

Kekosongan jadwal balap membuat 10 tim yang berlaga kehilangan pemasukan. Beberapa tim bahkan sudah merumahkan pegawainya dan mengajukan skema pembayaran gaji dari Pemerintah Inggris. Sedangkan tim-tim yang berbasis di luar Inggris seperti Alpha Tauri mengambil langkah berebda.

Prinsipal Tim Alpha Tauri, Franz Tost, sudah menugaskan bagian departemen akuntansi untuk menghitung sejauh mana dampak tidak ada balapan terhadap keuangan. Tim yang berbasis di Faenza, Italia, itu mengungkap kerugian 2 juta Euro dari setiap balapan yang tidak digelar.

“Kontrak sengaja disusun agar kerugian kami cukup proporsional jika tidak ada balapan. Sebab, nilai yang sudah disepakati kini dikurangi. Jika tidak membalap, kami merugi 1,5-2 juta Euro (setara Rp25-34 miliar),” tutur Franz Tost, sebagaimana dilansir dari Motorsport, Rabu (22/4/2020).

“Jika kami memulai balapan pada Juli, kami akan sedikit kepayahan. Jika tidak begitu, maka segalanya menjadi kritis. Andai benar-benar musim ini dibatalkan, sangat kritis. Ketika Anda tidak mendapat pemasukan sama sekali, tentu saja itu adalah bencana ekonomi,” pungkas pria berkebangsaan Austria itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini