MIES – Ambisi Dorna Sports menggelar minimal 13 balapan MotoGP 2020 sesuai kontrak dengan Federasi Balap Motor Internasional (FIM) membawa konsekuensi tidak mengenakkan. Presiden FIM, Jorge Viegas, yakin MotoGP 2021 tidak akan berlangsung normal seperti sebelum-sebelumnya.
Seperti diketahui, delapan balapan awal MotoGP 2020 terkena imbas wabah virus Corona Covid-19. Satu seri sudah pasti batal, yakni MotoGP Qatar 2020, sehingga tersisa 19 seri lagi. Tiga seri sudah mendapat jadwal pengganti karena ditunda, sementara tiga lagi masih dicari waktu terbaiknya.
Baca juga: Beban Quartararo Lebih Berat di MotoGP 2020

Berdasarkan jadwal terakhir, MotoGP 2020 kemungkinan besar berlangsung hingga Desember. Bukan tidak mungkin, jadwal balapan memanjang hingga Januari 2021. Presiden FIM, Jorge Viegas, sudah memberi lampu hijau untuk kemungkinan tersebut.
Akan tetapi, ada konsekuensi tidak mengenakkan dari pemunduran jadwal tersebut. Jadwal MotoGP 2021 bisa saja terpengaruh. Menurut Jorge Viegas, efek penundaan dari MotoGP 2020 setidaknya akan terasa hingga dua tahun ke depan.