F1 Dituntut Bertanggung Jawab dan Responsif dalam Hadapi Virus Korona

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 37 2177788 f1-dituntut-bertanggung-jawab-dan-responsif-dalam-hadapi-virus-korona-uT5jNldTK0.JPG Balap Mobil F1 (Foto: AFP)

OXFORDSHIRE – Mewabahnya Virus Korona yang mengguncang dunia membuat sejumlah event olahraga mengalami penundaan. Meski demikian, hingga saat ini ancaman Virus Korona tersebut tak membuat jadwal Kejuaraan Dunia Formula One (F1) 2020 mengalami pergeseran.

CEO GP Australia, Andrew Westacott, telah menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menyelenggarakan seri perdana Kejuaraan Dunia F1 pada 15 Maret 2020. Kendati begitu, Wakil Kepala Tim Williams, Claire Williams, meminta kepada pihak F1 untuk terus memantau situasi krisis ini dan bertanggung jawab pada berbagai hal yang kemungkinan terjadi.

Baca juga: Tidak Adil jika 4 Tim F1 Gagal Balapan karena Imbas Virus Korona

Balapan F1

Meski belum ada balapan yang dibatalkan, namun tekanan sedang berkembang di F1. Pasalnya, Bahrain dan Vietnam melakukan pembatasan perjalanan yang mencakup larangan masuk di negara tersebut untuk semua warga negara asing yang bepergian dari sejumlah negara, termasuk Italia. Di sisi lain, tim-tim yang berlaga di F1 harus membawa banyak personel untuk mempersiapkan balapan.

"Ini adalah situasi yang sangat serius. Menjadi olahraga global yang bepergian ke seluruh dunia dengan ribuan orang, dan itu tidak memperhitungkan jumlah penggemar yang bepergian juga, ada begitu banyak gerakan sehingga kami harus menjadi sangat bertanggung jawab dan sangat responsif juga,” tutur Williams, seperti dilansir dari F1I, Rabu (4/3/2020).

“Saat ini itu (Virus Korona) adalah sesuatu yang terus bergerak. Kami jelas-jelas tetap berhubungan dengan pihak berwenang terkait, dengan F1 juga, dan mengikuti pedoman yang datang.Tapi itu berubah secara harfiah pada saat ini. Ini bagian manajemen yang cukup sulit, ketika Anda berpikir tentang F1 dan jumlah personel yang Anda bawa ke dalam balapan,” lanjutnya.

"Ditambah lagi jumlah kotak yang Anda pakai untuk angkutan udara dan angkutan laut, dan biaya yang terlibat dalam semua itu. Kami memang menginginkan balapan, tetapi kami harus memastikan bahwa kami menjaga orang-orang kami aman dalam melakukan itu," pungkas Williams.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini