China dan Hong Kong Terancam Gagal Mentas di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 08 40 2165486 china-dan-hong-kong-terancam-gagal-mentas-di-kejuaraan-bulu-tangkis-beregu-asia-2020-FKS6F9LGzT.jpg Chen Long (Foto: AFP)

MANILAKejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020 akan segera berlangsung di Manila, Filipina pada 11-16 Februari 2020. Meski diiringi situasi penyebaran virus korona di berbagai belahan dunia, ajang yang juga dijadikan Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2020 itu dipastikan tetap berjalan.

Akan tetapi, situasi tersebut tak membuat beberapa negara akan merasa aman untuk tampil di ajang tersebut. Sebut saja seperti China dan Hong Kong yang sudah terdaftar sebagai peserta, tetapi mereka bisa berada dalam kesulitan.

Baca juga PBSI Antisipasi Penularan Virus Korona di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020

Kedua negara tersebut memiliki kemungkinan besar tidak dapat bersaing karena pemerintah Filipina untuk sementara waktu melarang pelancong non-Filipina yang datang dari daratan China, Hong Kong, dan Makau. Hal tersebut dilakukan Filipina sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus korona.

Sebelumnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menyatakan bahwa mereka tidak akan melarang pemain China untuk berkompetisi di turnamen mana pun di luar negeri. Namun, mereka juga tidak bisa menghentikan negara-negara yang telah mengambil sikap penting terhadap masalah ini.

Berdasarkan laporan dari The Star, Sabtu (8/2/2020), Badminton Asia telah mengimbau pemerintah Filipina untuk mengizinkan para pebulu tangkis dari China dan Hong Kong tampil di ajang dua tahunan tersebut. Namun, jika banding ditolak, maka kedua negara dipastikan absen.

Situasi ini membuat panitia pelaksana harus segera melakukan pengundian ulang untuk pembagian grup. Pasalnya, pada pembagian grup putra, China dan Hong Kong berada dalam satu grup bersama Thailand.

Andai dua negara absen, maka Thiailand akan otomatis lolos ke perempatfinal dengan begitu mudah tanpa harus melewati babak grup. Tentu saja situasi ini tidak akan diterima dengan baik oleh negara lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini