nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Jonatan Gagal Sumbang Poin di Final Kejuaraan Beregu Asia 2020

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 40 2169472 alasan-jonatan-gagal-sumbang-poin-di-final-kejuaraan-beregu-asia-2020-Uom6cduYd7.jpg Jonatan Christie (Foto: PBSI)

MANILA – Tim putra Indonesia menjadi kampiun Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020, setelah mengalahkan Malaysia 3-1. Gelar juara yang diraih tahun ini membuat tim putra Indonesia keluar sebagai kampiun untuk tiga edisi beruntun.

Namun, ada sedikit noda dalam keberhasilan tim putra Indonesia menyegel gelar juara, yakni kegagalan Jonatan Christie menyumbangkan poin. Tim putra Indonesia unggul 2-0 lebih dulu setelah Anthony Sinisuka Ginting dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih kemenangan.

Jonatan Christie (Foto: PBSI)

Jonatan yang turun di partai ketiga menjadi penentu kemenangan tim putra Indonesia. Pebulu tangkis berusia 22 tahun itu melawan utusan Malaysia, Cheam June Wei. Secara peringkat, Jonatan unggul jauh dari sang lawan. Jonatan ada di peringkat tujuh sedangkan Cheam ada 65 tingkat di bawahnya.

BACA JUGA: 16 Negara Lolos ke Piala Thomas dan Uber 2020

Meski begitu, Jonatan justru kalah dari Cheam dalam rubber gim, dengan skor 16-21, 21-17 dan 22-24. Setelah pertandingan, Jonatan mengakui bahwa dirinya kurang percaya diri saat melawan Cheam sehingga sering melakukan kesalahan sendiri.

Beberapa hasil buruk yang diterima Jonatan sebelumnya turut berperan besar dalam kekalahan tersebut. Ada trauma yang menghantui pebulu tangkis berusia 22 tahun itu sejak awal pertandingan kontra Cheam, sehingga ia gagal tampil sesuai harapan.

“Saya kurang percaya diri karena dari kemarin saya nggak bisa main seperti biasa. Keadaan ini jarang terjadi di turnamen biasanya, bola yang kencang, suasananya. Saya mau menyerang tapi jadi buru-buru dan akhirnya mati sendiri. Saya harus lebih berani untuk pakai tempo menyerang,” ujar Jonatan, seperti yang dikutip PBSI, Senin (17/2/2020).

“Sebenarnya bisa berakhir bagus, tapi di akhir itu sangat disayangkan. Lawan mainnya lepas, saya merasakan dulu di posisi dia, mainnya lepas karena masih mengejar. Sekarang saya yang harus menang. Di awal-awal permainan memang ada rasa trauma, karena hasil-hasil kemarin,” jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini