MotoGP Catalunya 2019 Dinilai Jadi Balapan Paling Epik Musim Lalu

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 05:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 38 2148330 motogp-catalunya-2019-dinilai-jadi-balapan-paling-epik-musim-lalu-CyJeIiu83p.jpg Kecelakaan Beruntun di MotoGP Catalunya 2019 (Foto: Laman Resmi MotoGP)

NEW YORK – Mantan pembalap motor grand prix, John Hopkins, menilai bahwa gelaran MotoGP Catalunya 2019 bisa saja menjadi balapan yang melegenda. Karena menurutnya, dalam balapan tersebut terdapat banyak faktor menarik yang sulit untuk dilupakan.

Kejadian utama yang tersaji dalam balapan tersebut tentunya adalah kecelakaan beruntun yang terjadi pada tikungkan ke-10 di lap kedua. Jorge Lorenzo yang membela Repsol Honda menjadi biang rusuh dengan menabrak motor pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, yang kemudian menjatuhkan Maverick Vinales dan Valentino Rossi juga.

Baca juga: Sejak Debut, Marquez Tidak Takut kepada Siapa pun

Jorge Lorenzo sebabkan kecelakaan beruntun

Menurut Hopkins, kejadian tersebut tak akan bisa dilupakan karena kecelakaan terjadi ketika para pembalap sedang memperebutkan posisi terdepan. Dalam balapan tersebut, total terdapat 11 pembalap yang gagal menyelesaikan balapan karena mengalami kecelakaan. Ini merupakan salah satu yang terbanyak.

“Balapan tersebut memiliki semua bahan untuk menjadi legendaris. Tampaknya itu bisa menjadi salah satu balapan terbaik musim ini, mengingat Mugello juga sudah sangat baik. Tapi sayangnya, manuver Lorenzo sangat menentukan karena itu menghancurkan banyak pesaing," jelas Hopkins, mengutip dari Speedweek, Kamis (2/1/2020).

Kendati demikian, Hopkins tak ingin melimpahkan segala kesalahan kepada Lorenzo. Menurutnya, kecelakaan yang diakibatkan oleh Lorenzo tersebut adalah sesuatu yang wajar. Hopkins sendiri mengaku pernah menjadi biang keladi kecelakaan beruntun kala masih aktif membalap.

“Itu adalah kesalahan normal yang memiliki konsekuensi yang mengerikan. Sayangnya, saya telah membuat kesalahan yang sangat mirip dalam karier saya. Di Motegi pada tikungan pertama, tiga hingga lima pembalap gugur - dengan kesalahan yang sama. Saya melewatkan titik pengereman dan bertabrakan dengan pengemudi lain," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini