Share

Jadwal MotoGP Mulai Ketat, Usul Pengurangan Sesi Balap Dinilai Jadi Solusi Jitu

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 38 2144698 jadwal-motogp-mulai-ketat-usul-pengurangan-sesi-balap-dinilai-jadi-solusi-jitu-dlrD2SePgJ.jpg Para pembalap MotoGP 2019. (Foto: MotoGP)

MOTOGP 2020 dipastikan akan melakoni 20 seri balapan. Hal itu jelas menjadi sebuah sejarah baru karena sebelumnya ajang tersebut belum pernah memiliki 20 kali seri balap dalam satu musim kompetisi.

Angka 20 balapan dalam satu musim takkan terhenti sampai situ, karena diprediksi pada musim 2021 dan 2022 MotoGP akan melakoni 22 seri balapan. Hal itu bisa terjadi karena pada 2021-2022 Indonesia, Brasil, dan Hungaria akan segera masuk ke dalam kalender MotoGP.

Melihat seri balapan akan terus bertambah jelas membuat jadwal MotoGP akan semakin ketat. Pihak MotoGP pun sebenarnya sudah memberikan solusi agar setiap tim mau menerima 22 seri balapan pada MotoGP 2021 mendatang. Solusinya adalah dengan dicoretnya tes pramusim Valencia dan Qatar.

Baca Juga: Poncharal Percaya Skuad KTM di MotoGP 2020 Bisa Tampil Kompetitif

Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio

Jadi, pada MotoGP 2021 nanti hanya akan menyisakan dua tes pramusim, yakni di Jerez dan Malaysia. Akan tetapi, pengurangan tes pramusim masih belum cukup untuk memberikan kepuasaan kepada setiam tim. Ada 22 balapan dalam satu musim dirasa masih terlalu banyak untuk balapan MotoGP.

Melihat hal tersebut, Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, memiliki usul yang bisa dianggapnya menjadi solusi jitu atas semakin ketatnya jadwal MotoGP 2021 nanti. Jadi, dalam usulnya itu Brivio merasa pihak MotoGP harus mengurangi sesi di setiap pekan balapannya.

Jadi, jika sebelumnya di setiap pekan balapan ada tiga kali sesi, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu, maka Brivio mengusulkan adanya pengurangan. Brivio berharap nantinya sesi balapan hanya berlangsung Sabtu dan Minggu saja.

Menurut Brivio pengurangan hari itu bisa sangat membantu setiap tim dan juga tentunya para pembalap. Ia merasa hal itu bisa mengurang tingka stress dan lelah yang bisa ditimbulkan dari padat jadwalnya dari 22 balapan dalam satu musim tersebut. Jadi, Brivio berharap MotoGP bisa mempertimbangkan usulnya itu.

“Tentu saja, 22 balapan akan menjadi sangat sulit. Saya pikir sulit juga bagi pembalap, untuk menjaga konsentrasi dan menjaga tingkat  'stres', katakanlah melalui 22 balapan. Juga untuk kami semua, untuk Anda, untuk semua orang yang bekerja di sini karena itu menjadi periode yang sangat lama,” ucap Brivio, dilansir dari Crash, Sabtu (21/12/2019).

Para pembalap MotoGP

“Mungkin ide untuk mengurangi balapan akhir pekan, saya pikir itu bisa menjadi salah satu cara. Secara pribadi saya akan mempertimbangkan dan mengevaluasinya. Saya tidak tahu apakah itu mungkin atau tidak, tetapi saya pikir itu adalah sesuatu yang dapat kita pikirkan,” lanjutnya.

“Mari melakukan 22 balapan tapi mungkin kami harus mengompres jadwal balapan hanya menjadi Sabtu dan Minggu saja. Itu bisa menjadi salah satu solusi. Sebab kami memang harus menemukan solusinya,” tutupnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini