nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala Kru Sulit Temukan Batas Kemampuan Marc Marquez

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 03:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 03 38 2137620 kepala-kru-sulit-temukan-batas-kemampuan-marc-marquez-0ls92CkPw3.jpg Marc Marquez sering terjatuh hanya demi mencari batasan motornya (Foto: Twitter/Marc Marquez)

CERVERA – Selain rutin meraih kemenangan, ada satu lagi hobi Marc Marquez di grid MotoGP, yakni kecelakaan. Namun, angka kecelakaan yang dialami The Baby Alien menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Menurut kepala krunya, Santi Hernandez, sang pembalap terus belajar dari kesalahan-kesalahannya.

Marc Marquez pernah mencatatatkan jumlah kecelakaan mencapai 27 kali sepanjang musim MotoGP 2017. Itu merupakan jumlah terjatuh paling banyak yang dialaminya sejak naik kelas pada MotoGP 2013. Pria berusia 26 tahun itu mengatakan, terjatuh adalah caranya untuk mengetahui batasan motor.

Marc Marquez terjatuh di MotoGP Malaysia 2019 (Foto: MotoGP)

Baca juga: Marquez Disebut Telah Runtuhkan Kekuatan Pembalap Senior

Jumlah tersebut terus berkurang seiring berjalannya waktu. Pada MotoGP 2018, Marc Marquez hanya terjatuh 23 kali, sementara pada musim yang baru lewat, mengecil jadi 14 kecelakaan. Meski begitu, Santi Hernandez masih belum tahu sejauh mana batasan dari seorang Marc Marquez.

“Grafik pembelajarannya sungguh luar biasa. Dia bahkan masih terus belajar. Saya benar-benar tidak tahu ada di mana batasannya,” kata Santi Hernandez, dikutip dari Corse di Moto, Kamis (4/12/2019).

Santi Hernandez dan Marc Marquez sudah sejak lama berkolaborasi (Foto: MotoGP)

Entah benar atau tidak, yang pasti cara Marc Marquez mencari batasan motor dengan terjatuh sudah berbuah enam gelar juara dunia di kelas MotoGP. Ia bahkan meraih gelar juara dunia sebanyak empat kali beruntun sejak MotoGP 2016.

Walau membuahkan hasil manis, kecelakaan-kecelakaan tersebut tentu berdampak pada fisik seorang Marc Marquez. Kedua sisi bahunya, baik kanan dan kiri, harus menjalani operasi secara terpisah (kiri pada Desember 2018 dan kanan pada November 2019) akibat terlalu berani mengambil risiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini