nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dovizioso: Lorenzo Telah Menderita dalam 2 Tahun Terakhir

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 15:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 15 38 2130332 dovizioso-lorenzo-telah-menderita-dalam-2-tahun-terakhir-FnrgSJAf5x.jpg Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso. (Foto: Laman resmi MotoGP)

VALENCIA – Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, buka suara soal keputusan Jorge Lorenzo pensiun dari dunia MotoGP. Menurutnya, keputusan itu diambil karena Lorenzo telah menderita dalam dua tahun terakhir.

Penderitaan Lorenzo telah terlihat sejak dirinya masih menyandang status sebagai rekan setim Dovizioso di Ducati. Pada musim 2018, beberapa insiden mewarnai penampilan pembalap berjuluk Por Fuera itu di MotoGP. Akibat beberapa insiden yang dialami, Lorenzo harus mendera cedera yang cukup parah di kaki serta tangannya.

BACA JUGA: Dovizioso Berambisi Raih Podium di Valencia

Tak berhenti di situ, penderitaan Lorenzo pun berlanjut ke musim ini. Ia kembali harus mengalami kecelakaan yang membuat tubuhnya terluka. Bahkan tahun ini, luka yang dialami lebih parah, yakni retak tulang belakang.

Jorge Lorenzo

Kecelakaan yang dialaminya di MotoGP Belanda 2019 ini pun telah memberi pengaruh besar terhadap penampilan Lorenzo. Sang pembalap menjadi kesulitan tampil kompetitif di atas sirkuit. Akibatnya, hasil minor terus diraih hingga Lorenzo akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Dovizioso pun menghargai betul keputusan yang diambil Lorenzo. Ia kini hanya berhadap kehidupan yang lebih baik akan dijalani pembalap asal Spanyol itu setelah memutuskan mengakhiri kariernya di dunia balap motor.

Jorge Lorenzo

"Saya bertemu dengannya untuk pertama kalinya di Kejuaraan Eropa pada 2001 dan kami selalu naik ke kelas berikutnya pada saat yang sama. Dia selalu menjadi saingan berat saya. Dia telah memenangkan banyak balapan dan kejuaraan dunia. Saya pikir dia bisa bahagia dengan kariernya,” ujar Dovizioso, sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (15/11/2019).

“Sayangnya, olahraga seperti itu dan kadang-kadang sulit untuk tetap naik level. Saya percaya dalam dua tahun terakhir dia telah menderita karena beberapa kejatuhan yang terus menghantui pikirannya. Tapi, apa yang dia lakukan di kejuaraan dunia adalah sesuatu yang hebat,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini