“Emilio meminta saya untuk berhati-hati karena trek ini sangat cepat. Alberto (Puig, Manajer Tim Repsol Honda), datang dan bilang saya harus mencoba menyalip Vinales. Santi lalu memilih ban soft agar kami bisa mengikutinya hingga akhir,” terang Marc Marquez, dilansir dari Crash, Minggu (27/10/2019).
“Saya tidak tahu apa pilihan ban Vinales, tetapi saya menginginkan soft untuk mengikutinya dan bertahan pada akhir lomba. Jika saya tidak mengikutinya selama beberapa putaran, saya mungkin akan terjebak bersama kerumunan di belakang,” imbuh The Baby Alien.

Selain karena bantuan slipstream, Marc Marquez memang sengaja menyerang di akhir. Andai tidak berhasil di trek lurus pada putaran ke-25, pembalap berusia 26 tahun itu sudah berencana untuk menyalip Maverick Vinales selepas tikungan terakhir menuju garis finis.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.