VENTNOR – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku sedikit berjudi dengan pemilihan ban saat balapan di MotoGP Australia 2019. Ia sengaja memilih ban belakang soft demi menyaingi kecepatan Maverick Vinales di Sirkuit Phillip Island yang memang melaju sangat kencang.
Strategi itu terbukti jitu karena Marc Marquez mampu membuntuti Maverick Vinales selama 16 putaran sebelum menyalipnya di lap terakhir. Pemilihan ban itu diambil setelah berdiskusi dengan dua orang penting di timnya, yakni manajer Emilio Alzamora dan kepala kru Santi Hernandez.

Baca juga: Marquez Akui Terbantu Slipstream Motor Vinales
Sebelum balapan, Alzamora sempat mengingatkan Marquez untuk lebih berhati-hati sehingga tidak celaka. Namun, Manajer Tim Alberto Puig dan Santi kemudian memberi saran untuk memakai ban soft guna menguntit Vinales hingga putaran terakhir dan menyalipnya.