nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hari Penuh Warna di Grand Prix Season Singapore 2019

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 23 September 2019 10:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 23 37 2108091 3-hari-penuh-warna-di-grand-prix-season-singapore-2019-FYFgRVYHKT.jpeg F1 GP Singapura 2019 (Foto: TIH)

GRAND PRIX SEASON SINGAPORE (GPSS) 2019 resmi berakhir pada Minggu 22 September 2019. Band rock asal Amerika Serikat, Red Hot Chili Peppers, menjadi penutup pesta kemenangan Sebastian Vettel (Scuderia Ferrari) di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay.

Meski race F1 GP Singapura berlangsung selama tiga hari (20-22 September 2019), serangkaian acara telah dirancang dari 13-22 September 2019. Okezone yang mendapat kesempatan hadir atas undangan Singapore Tourism Board (STB), merayakan keseruan GPSS 2019 dari Jumat hingga Minggu 22 September.

Setibanya di Bandara Changi Airport pada Jumat 20 September 2019, Okezone beserta satu media lain dan dua orang influencer, yakni Akbar Rais (Drifter) dan Karla Jasmina (Fashion Designer) langsung diajak makan siang di The Garage House Bee’s Knees.

Ini merupakan kafe taman yang dulunya berfungsi sebagai garasi. Pizza, pasta, sandwich dan salad adalah makanan favorit yang ada di restoran tersebut. Setelah itu, Okezone beserta rombongan melakukan check-in di salah satu hotel ternama di Singapura.

Kapal Feri (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Berselang dua jam atau pukul 18.00 WIB, Okezone diajak menuju ke dermaga yang ada di kawasan Marina Bay Sand. Di sana, kami sudah ditunggu sebuah kapal feri yang akan membawa kami ke Singapore Sky Suite. Di Singapore Sky Suite, pengalaman luar biasa kami dapatkan.

Selain mendapatkan jamuan makan malam yang luar biasa, kami berkesempatan menyaksikan langsung sesi latihan bebas satu dan dua F1 GP Singapura. Jika membuka pintu ke Singapore Sky Suite, kami langsung duduk di tribun yang tepat di depan tikungan satu Sirkuit Marina Bay.

Singapore Sky Suite (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Setelah itu, kami sempat menyaksikan konser meriah yang diadakan di Padang Grandstand, Grup DJ asal Swedia, Swedish House Mafia, menyihir ribuan penonton yang memadati Padang Grandstand. Kemudian, malam kami pun ditutup dengan menghadiri The Podium Lounge yang berada di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton. Di sana, salah satunya kami mendapat kesempatan menyaksikan Melanie C menjadi DJ.

Selanjutnya pada Sabtu 21 September 2019, kami diajak untuk makan siang di Good Old Days. Kemudian pada pukul 14.00 WIB, kami berkesempatan mengunjungi tempat wisata Skyline Luge yang berada di Pulau Sentosa, Singapura.

Di Skyline Luge Sentosa, kita diajak menaiki sebuah alat mirip go-kart yang bernama Luge. Hanya saja, alat ini tidak menggunakan mesin layaknya go-kart. Selain itu, kita juga tidak menggunakan setir go-kart sebagai alat pengendali, melainkan hanya ada pegangan seperti di sepeda atau sepeda motor.

Namun, sebelum kita menggunakan Luge, kita diajak untuk menaiki skyride yang memiliki ketinggian mencapai 100 meter. Panjang trek skyride itu mencapai 315 meter dan ditempuh selama 7 hingga 9 menit. Dari atas skyride, kita bisa menyaksikan pemandangan cantik Pulau Sentosa dari ketinggian. Usai menaiki skyride, Anda akan tiba di tempat pemberhentian, Luge pun siap untuk dinaiki.

Sebelum beraksi di trek yang cukup curam. Anda akan mendapat pengarahan dari para instruktur. Luge sendiri akan bergerak jika Anda menekan pegangan tangan Anda ke depan. Untuk memperlambat kecepatan, Anda harus menarik pegangan Anda.

Sky Line Luge Sentosa (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Ada dua jenis trek yang sangat populer di Skyline Luge Sentosa, yakni Dragon Trail dan Kupu-Kupu Trail. Dragon Trail memiliki trek menurun sepanjang 688 meter. Sementara Kupu-Kupu Trail memiliki trek sepanjang 638 meter.

Menaiki wahana ini dijamin bakal memacu adrenalin. Sebab, treknya cukup curam dan berkelok-kelok. Tapi tenang, semua wahana ini sudah menjamin keamanan dan keselamatan untuk pengendara.

Bagaimana dengan harga tiket? Jika Anda menaiki Skyride dan Luge sebanyak dua kali, Anda dikenakan biaya SGD24 atau sekira Rp245 ribu. Jika tiga kali Anda harus membayar SGD27 (Rp276 ribu) dan empat kali SGD29 (Rp297 ribu).

Selain itu, ada batasan tinggi badan bagi Anda yang ingin mencoba menaiki wahana tersebut. Jika Anda ingin menaiki Luge sendirian tanpa didampingi, Anda wajib memiliki tinggi badan 135 cm. Dengan tinggi tersebut, kaki Anda dapat mencapai ujung dari sandaran Luge.

Selanjutnya pada sore hari ini, kami berkunjung ke Kampong Glam. Sebelum direnovasi dan dikelola Singapore Tourism Board, Kampong Glam merupakan tempat tinggal bagi masyarakat bugis, melayu dan jawa di Singapura. Tidak heran, banyak ditemui warga negara Indonesia di area ini. Bahkan salah satu masjid ikonik di Singapura yakni Masjid Sultan Singapore juga berada di Kampung Glam.

Kampong Glam (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Sementara itu, sesampainya Okezone di Kampong Glam, nuansa F1 GP Singapura langsung terasa. Kami langsung disambut sepasang banner GPSS 2019, setibanya di Haji Lane yang terletak di Kampong Glam.

Di sepanjang Kampong Glam, kami disuguhkan suasana balapan dan pesta. Tidak sampai di situ, Anda juga akan disajikan pertunjukan para musisi muda dan hebat Singapura. Tidak hanya musisi lokal, sejumlah musisi luar negeri juga menunjukkan kemampuan musikalnya, mulai dari disk jockey hingga keyboards.

Bahkan DJ Titus pun ikut manggung di sana. DJ Titus sendiri merupakan salah DJ terbaik dunia, mengingat ia sempat berkolaborasi dengan Sean Paul, Akon hingga rapper legendaris asal Amerika Serikat, Pitbull. Karena itu, Anda dijamin bakal bergoyang jika datang ke Kampong Glam.

Selain itu, bagi Anda yang gemar berbelanja, Haji Lane juga dapat dijadikan destinasi. Sebab, diskon besar-besaran tersaji di berbagai toko yang dibuka di sana. Berbagai barang yang dijual di sana adalah cokelat, baju, goodie bag, dompet dan banyak lagi.

Tidak sampai di situ, sejumlah restoran juga tersedia di Kampong Glam. Makanan khas melayu jadi yang paling populer di sini. Jangan takut kantong Anda jebol, mengingat harganya masih terjangkau.

Ditambah lagi, banyak diskon menarik yang disiapkan sejumlah restoran di sini. Karena itu, tidak ada salahnya jika suatu hari nanti Anda ke Singapura, mampir ke Haji Lane yang terletak di Kampong Glam.

Pada malam harinya, kami diajak ke atraksi bandaloop yang dilakukan oleh atlet asal Amerika Serikat, tepatnya di ION Orchard. Saat itu, ION Orchard sedang merayakan ulang tahun mereka yang ke-10. Setelah menyaksikan atraksi sekira 30 menit, kami pun makan malam di Violet Oon, yang juga berada di ION Orchard.

Muse (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Selanjutnya, kami menyaksikan konser Muse yang digelar di Padang Grandstand. Band asal Inggris itu membawakan sejumlah lagu andalan mereka. Beberapa di antaranya adalah Starlight, Uprising dan The Dark Side. Band yang beranggotakan Matt Bellamy (vokalis, gitar dan keyboards), Chris Wolstenholme (bass gitar, backing vokal) dan Dominic Howard (drum) masih mampu membuat ribuan penonton di padang stage menggila. Malam kami pun ditutup dengan mengunjungi kelab malam Marquee.

Kemudian di hari puncaknya pada Minggu 22 September 2019, kami mendapat kesempatan menyaksikan langsung race F1 GP Singapura. Bagi kami berempat, ini merupakan pengalaman pertama menyaksikan langsung race F1 di sirkuit.

"Seru banget. Awalnya saya kira Lewis Hamilton bakal menang. Tapi mobil Ferrari cepet banget sampe akhirnya mereka bisa menang," kata Karla yang takjub dengan jalannya race.

Sementara Akbar menyayangkan seringnya safety car masuk ke sirkuit. Ia meyakini, Lewis Hamilton bisa finis teratas jika mobil penyelamat itu tidak masuk ke dalam arena.

Karla Jasmina (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

"Sayangnya safety car masuk cukup sering, yang mana bisa memakan sekitar 6 lap. Kalo enggak ada yang masuk, Hamilton punya potensi untuk menang," kata Akbar di kesempatan yang sama.

Setelah race yang berlangsung menegangkan selama 61 lap, GPSS 2019 pun ditutup dengan aksi Red Hot Chili Peppers. Band yang digawangi Anthony Kiedis, Flea, Chad Smith dan Josh Klinghoffer itu membawakan sekira 15 lagu. Beberapa lagu yang dibawakannya adalah Californication, Under The Bridge, Give It Away, Snow dan banyak lagi.

(Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Melihat keseruan di atas, tak ada salahnya bagi Anda untuk menyaksikan GPSS 2020. Sebab, acara yang lebih menarik dijamin bakal tersedia di edisi tahun depan!

1
4
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini