nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelatih Bicarakan Kendala Greysia/Apriyani di Kejuaraan Dunia 2019

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 03:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 26 40 2096915 pelatih-bicarakan-kendala-greysia-apriyani-di-kejuaraan-dunia-2019-6Uh2Z4kXe9.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: Laman resmi PBSI)

BASEL – Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayau, hanya bisa melaju hingga babak semifinal dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Meski hasil yang didapat oleh Greysia/Apriyani itu tak bisa dikatakan buruk, namun pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, tak memungkiri kalau anak didiknya memiliki sejumlah kendala.

Greysia/Apriyani melenggang ke semifinal usai mereka memenangkan pertarungan sengit melawan ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan. Sebagaimana diketahui, Chen/Jia merupakan salah satu pasangan ganda putri terbaik. Maka dari itu, bertanding melawan mereka menguras cukup banyak energi dan konsentrasi.

Baca juga: Jokowi Beri Selamat kepada Ahsan/Hendra Usai Jadi Juara Dunia 2019

Greysia/Apriyani naik podium Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

Eng Hian pun maklum jika pada akhirnya Greysia/Apriyani gagal menampilkan performa maksimalnya kala berhadapan dengan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di partai semifinal. Akan tetapi, Eng Hian tak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Karena menurutnya, Greysia/Apriyani juga masih punya kendala dari segi teknis.

“Saya tahu mereka bukan merasa sudah puas. Tapi itu konsistensi mereka, harus lebih bisa diperkuat lagi. Jangan karena lolos ke babak selanjutnya dari lawan yang bagus, mereka langsung lega. Itu yang harus dievaluasi. Saya melihat di game pertama (babak semifinal) mereka sedikit blank. Tapi di game kedua mereka sudah bangkit lagi,” beber Eng Hian, melansir dari laman resmi PBSI, Selasa (27/8/2019).

“Kalau kemarin saya lihat (kendala) lebih banyak dari masalah teknis saja. Pas game pertama pola dan tempo permainan mereka terlalu pasif. Jadi hanya mengikuti pola permainan lawan dan tidak memberikan tekanan. Di game kedua mereka sudah ada perubahan. Hanya di poin-poin akhir mereka semestinya bisa membaca kebutuhan,” lanjutnya.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu sedang bertanding

“Apa sih poin-poin akhir yang harus dilakukan? Saya sudah memberi instruksi. Tapi kan kembali di lapangan, berani atau tidak mereka, misalnya mengubah arah servis. Memang saya evaluasi pemain Indonesia terutama ganda putri itu kurang berani mengambil inisiatif dalam poin-poin akhir. Mereka lebih mau main safe,” pungkas Eng Hian.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini