“Kalau kemarin saya lihat (kendala) lebih banyak dari masalah teknis saja. Pas game pertama pola dan tempo permainan mereka terlalu pasif. Jadi hanya mengikuti pola permainan lawan dan tidak memberikan tekanan. Di game kedua mereka sudah ada perubahan. Hanya di poin-poin akhir mereka semestinya bisa membaca kebutuhan,” lanjutnya.

“Apa sih poin-poin akhir yang harus dilakukan? Saya sudah memberi instruksi. Tapi kan kembali di lapangan, berani atau tidak mereka, misalnya mengubah arah servis. Memang saya evaluasi pemain Indonesia terutama ganda putri itu kurang berani mengambil inisiatif dalam poin-poin akhir. Mereka lebih mau main safe,” pungkas Eng Hian.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.