“Valentino berutang budi selamanya kepada sang ayah. Graziano berjasa besar membuat anaknya menjadi pembalap motor terhebat. Pada 1995, dia benar-benar mengganggu saya dengan menelefon setiap hari. Saya bekerja untuk Aprilia saat itu dan dia meminta saya datang melihat putranya,” ujar Carlo Pernat dalam nukilan buku tersebut, mengutip dari Tuttomotoriweb, Sabtu (27/7/2019).
“Saya jelas tergoda untuk melihat Valentino saat itu. Graziano selalu menjadi teman baik dan saya memendam empati mendalam buatnya. Tahun ketika dia gagal menjadi juara dunia, 1979, adalah tahun di mana Valentino Rossi lahir,” imbuh pria berusia 70 tahun tersebut.

Cerita berikutnya adalah sejarah. Valentino Rossi menapaki jalan sebagai juara dunia mulai dari kelas 125 Cc (Moto3), 250 Cc (Moto2), hingga akhirnya kelas premier (500 Cc/MotoGP). Total, Vale mengoleksi sembilan gelar juara dunia balap motor.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.