nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajaran yang Dipetik Fajar/Rian dari Kegagalan di Indonesia Open 2019

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 08:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 20 40 2081322 pelajaran-yang-dipetik-fajar-rian-dari-kegagalan-di-indonesia-open-2019-bwmdWpw1zn.jpg Fajar/Rian. (Foto: Media PBSI)

JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, mungkin telah gugur di Indonesia Open 2019. Namun, mereka berdua mengaku sedikit bisa ambil pelajaran dari laga melawan Takuro Hoki/ Yugo Kobayashi (Jepang), yang berlangsung pada Jumat 19 Juli 2019.

Sebagaimana diketahui, langkah Fajar/Rian memang sudah terhenti di babak perempatfinal Indonesia Open 2019 oleh Hoki/Kobayashi usai dikalahkan dengan skor 19-21 dan 12-21. Hasil tersebut pun membuat Fajar/Rian sangat terpukul dan kecewa karena tak bisa melaju lebih jauh lagi di Indonesia Open 2019.

Baca Juga: Jadwal Wakil Tanah Air di Semifinal Indonesia Open 2019

Aksi Fajar/Rian saat sedang membela Indonesia

Akan tetapi, seperti yang dikatakan sebelumnya, Fajar/Rian mengaku banyak belajar dari laga tersebut. Ada pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan mereka atas Hoki/Kobayashi. Salah satu pelajarannya adalah ketika sudah tertekan oleh lawan, mereka harus bisa mengubah tempo permainan agar tidak semakin dihabisi.

“Evaluasi dari pertandingan hari ini kalau sedang tertekan terus, harus bisa cepat ubah pola permainan. Tadi lambat banget dan susah,” ungkap Fajar, seperti apa yang diwartakan laman resmi PBSI, Sabtu (20/7/2019).

Selain pelajaran ketika pertandingan berlangsung, Fajar juga mendapatkan bahan evaluasi tentang lawan yang harus mereka hadapi. Menurutnya Kobayashi yang kidal telah membuat mereka kesulitan di laga tersebut. Jadi, andai kata tahu Kobayashi ternyata kidal, Fajar/Rian bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi wakil Jepang itu sebelum laga berlangsung.

Aksi Fajar/Rian saat sedang membela Indonesia

“Kelebihan lawan, dia (Kobayashi) pemain kidal, jadi susah antisipasinya. Karena di pelatnas juga kan jarang pemain kidal, jadi banyak pukulan-pukulannya yang tidak ketebak. Kadang kami kan menghafalkan lawan dari pola mainnya. Intinya tidak puas dengan hasil hari ini,” pungkas Fajar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini