nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ferrari Akui Konsep Pengembangan Mobil SF90 Salah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 07:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 14 37 2055293 ferrari-akui-konsep-pengembangan-mobil-sf90-salah-1hhSOgVz2H.jpg Mobil Scuderia Ferrari SF90 diduga berkembang ke arah yang salah (Foto: Formula 1)

BARCELONA – Prinsipal Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, mengakui konsep pengembangan mobil SF90 salah arah. Akibatnya, tim asal Maranello, Italia, itu kalah telak dari rival beratnya, Mercedes AMG Petronas, pada lima balapan pertama Formula One (F1) 2019.

Scuderia Ferrari sengaja membawa mesin anyar serta memperbarui aerodinamika mobil dengan harapan dapat mengalahkan atau setidaknya mengimbangi kecepatan Mercedes di F1 GP Spanyol 2019. Sayangnya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc justru tak berdaya menghadapi The Silver Arrow.

Sebastian Vettel hanya mengakhiri lomba di urutan keempat dan Charles Leclerc tepat di belakangnya. Selain kalah dari Mercedes, Ferrari juga harus mengakui keunggulan Red Bull Racing lewat Max Verstappen yang finis di posisi tiga.

Peluncuran mobil SF90 Scuderia Ferrari (Foto: Scuderia Ferrari/Twitter)

(Baca juga: Gagal Menang di Spanyol, Bottas Tatap F1 GP Monaco 2019)

Mattia Binotto mengatakan, problem utama yang dihadapi Scuderia Ferrari di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu adalah hilangnya kecepatan mobil pada nyaris semua bagian trek. Ia mengakui pengembangan mobil SF90 berjalan ke arah yang salah.

Prinsipal Scuderia Ferrari Mattia Binotto

“Kami kehilangan banyak waktu di setiap tikungan, tidak hanya pada sektor tiga, tetapi mobil sangat lambat di semua tikungan. Mobil terlalu banyak understeer. Apakah hanya downforce atau lebih dari itu? Kami harus menganalisa dan memahaminya,” tutur Mattia Binotto, mengutip dari Motorsport, Selasa (14/5/2019).

“Apa pun kesimpulan yang diambil sekarang ini sudah pasti salah. Butuh beberapa hari untuk mendapat analisa yang benar serta berusaha memahami problem sebenarnya. Terkait proses dan metode yang kami jalani, masih banyak yang harus dipelajari dan saya cukup senang tim ini terus berkembang,” tukas pria berpaspor Italia tersebut.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini