nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pencapaian Terakhir Tim Indonesia di Piala Sudirman

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 12:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 08 40 2052980 5-pencapaian-terakhir-tim-indonesia-di-piala-sudirman-YWR5MdnGr5.jpg Anthony Sinisuka Ginting (Foto: PBSI)

PIALA Sudirman akan kembali berlangsung di Naning, China, mulai 19-26 Mei 2019. Tim Indonesia akan mengirimkan 20 pebulu tangkis dengan komposisi 12 atlet putra dan enam atlet putri. Tim Indonesia merupakan unggulan ketiga di bawah Jepang dan China pada Piala Sudirman 2019.

Piala Sudirman merupakan turnamen bulu tangkis beregu campuran yang digagas oleh Indonesia pada 1986. Akan tetapi, Tim Indonesia baru satu kali menjuarainya yakni pada Piala Sudirman 1989 yang merupakan tahun pertama diadakannya turnamen tersebut. Sementara itu, China jadi tim yang paling sering menjadi juara yakni 10 kali diikuti Korea Selatan (Korsel) dengan koleksi empat trofi Piala Sudirman.

Dalam lima gelaran terakhir Piala Sudirman, Tim Indonesia berusaha keras menjadi juara tetapi hasil yang didapatkan belum sesuai harapan. Berikut lima pencapaian terakhir Tim Indonesia di Piala Sudirman.

5. Piala Sudirman 2009 (Semifinal)

Sony Dwi Kuncoro (Foto: PBSI)

Pada Piala Sudirman 2009, Tim Indonesia diisi oleh para pebulu tangkis terbaik Tanah Air saat itu. Kendati demikian, perjalanan Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan hanya mencapai babak semifinal. Perjalanan Tim Indonesia terbentur aksi impresif Korsel sehingga takluk 1-3.

Pada laga itu, tiga wakil Tim Indonesia yakni Nova Widianto/Liliyana Natsir, Maria Kristin Yulianti dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan takluk dari lawannya masing-masing. Tim Indonesia hanya meraih poin lewat kemenangan Sony.

Sementara itu, nasib Korsel yang tampil di partai puncak usai mengalahkan Tim Indonesia juga tak berakhir manis. Sebab, Korsel harus kalah 0-3 dari China dan itu merupakan gelar juara ketujuh untuk Negeri Tirai Bambu.

4. Piala Sudirman 2011 (Semifinal)

Simon Santoso (Foto: PBSI)

Setelah kegagalan di Piala Sudirman 2009, dua tahun kemudian Tim Indonesia berusaha lagi untuk menjuarai turnamen tersebut. Akan tetapi, usaha Tim Indonesia lagi-lagi terbentur pada babak semifinal.

Apabila sebelumnya Korsel menjadi batu sandungan, kini giliran Denmark yang mengandaskan Tim Indonesia dengan skor 3-1. Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet dan Simon Santoso takluk di dua laga awal.

Tim Indonesia sempat mendapatkan asa saat Alvent Yulianto Chandra/ Ahsan meraih kemenangan. Akan tetapi, harapan Tim Indonesia pupus saat Adriyanti Firdasari menderita kekalahan. Sementara itu, Denmark tak bisa berbicara banyak di partai puncak karena takluk dengan skor 0-3 dari sang juara bertahan, China.

3. Piala Sudirman 2013 (Perempatfinal)

Tommy Sugiarto (Foto: PBSI)

Tim Indonesia tampil dengan penuh percaya diri di Piala Sudirman 2013 berbekal pengalaman tampil di babak semifinal pada dua edisi sebelumnya. Kendati demikian, harapan tak berjalan sesuai kenyataan karena langkah Tim Indonesia justru terhenti pada babak perempatfinal di tangan sang juara bertahan, China, dengan skor 2-3.

Tim Indonesia unggul 2-1 lebih dulu lewat kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Rian Agung Saputro/Angga Pratama. Sementara itu, China hanya meraih poin berkat kekalahan dari Tommy Sugiarto.

Tim Indonesia yang hanya butuh satu kemenangan lagi berharap banyak pada Lindaweni Fanetri. Akan tetapi, kekalahan justru didapatkan Lindaweni sehingga Liliyana/Nitya Krishinda Maheswari harus turun di partai terakhir. Kendati demikian, Liliyana/Nitya gagal memberikan kemenangan sehingga langkah Tim Indonesia pun terhenti. Sementara itu, China kembali menjadi juara Piala Sudirman 2013 karena mengalahkan Korsel dengan skor 3-0.

2. Piala Sudirman 2015 (Semifinal)

Jonatan Christie (Foto: PBSI)

Tim Indonesia tampil di Piala Sudirman 2015 dengan misi untuk memperbaiki hasil minor pada edisi sebelumnya. Misi itu pun menjadi kenyataan karena Tim Indonesia mampu melenggang hingga babak semifinal. Akan tetapi, Tim Indonesia lagi-lagi harus berhadapan dengan China.

Laga itu jadi kesempatan emas untuk Tim Indonesia balas dendam atas kekalahan dua tahun lalu. Akan tetapi, ketangguhan dan kualitas China saat itu rupanya masih di atas Tim Indonesia. Tim Indonesia pun takluk dengan skor 1-3 dari China.

Tim Indonesia memulai babak semifinal dengan baik karena mampu merebut kemenangan pertama lewat aksi Ahsan/Hendra. Akan tetapi, keadaan mulai berubah saat Bellaetrix Manuputty kalah Walk Out (WO) akibat cedera. Kekalahan Bellaetrix disusul takluknya Jonatan Christie dan Nitya/Greysia Polii pada dua laga selanjutnya. Sementara itu, China menggenapi gelar juara Piala Sudirman yang dimilikinya menjadi 10 setelah menang 3-0 dari Jepang di partai puncak.

1. Piala Sudirman 2017

Anthony Sinisuka Ginting (Foto: PBSI)

Piala Sudirman 2017 memberikan pengalaman buruk bagi fans dan juga Tim Indonesia karena gagal lolos dari babak grup. Tim Indonesia saat itu tergabung di Grup 1D dengan Denmark dan India. Apabila dilihat secara kualitas maka yang seharusnya lolos ialah Tim Indonesia dan Denmark tetapi India membuat kejutan.

Tim Indonesia secara mengejutkan takluk dari India dengan skor 1-4. Kekalahan itu berhasil dibayar Tim Indonesia dengan menang 3-2 atas Denmark. Akan tetapi, Tim Indonesia tetap gagal melaju ke babak perempatfinal meskipun mengoleksi poin yang sama dengan Denmark dan India. Hal itu dikarenakan jumlah kemenangan gim mereka paling rendah di Grup 1D. Alhasil, Denmark yang keluar sebagai juara Grup 1D ditemani India sebagai runner-up.

Namun, juara Piala Sudirman 2015 tidaklah berasal dari tim-tim yang lolos dari Grup 1D. Juara Piala Sudirman 2015 ialah Korsel setelah di final mengalahkan sang juara bertahan, China, dengan skor 3-2.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini