BAKU – Prinsipal Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, akhirnya membela strategi yang dipakai timnya terhadap Charles Leclerc di Formula One (F1) GP Azerbaijan 2019. Pria asal Italia itu mengatakan, tidak ada yang salah dengan strategi tersebut meski memang sedikit berjudi.
Charles Leclerc memulai balapan dari posisi 10 dengan menggunakan ban medium. Pria asal Monaco itu sukses merebut posisi terdepan pada putaran ke-13 ketika pembalap lain sudah mengganti ban di pit. Alih-alih dipanggil masuk pit, Ferrari justru membiarkan Leclerc terus melaju dengan ban tersebut hingga lap ke-44.
Akibatnya, posisi Charles Leclerc perlahan melorot hingga finis di urutan kelima. Sang pembalap mengaku bingung dengan strategi yang diterapkan timnya. Mattia Binotto lantas menjernihkan suasana dengan memberikan pembelaan.

(Baca juga: Leclerc Bingung dengan Strategi Ferrari di F1 GP Azerbaijan 2019)
“Kami sudah membahas masalah tersebut seusai balapan. Mungkin saja hasilnya berbeda jika kami mengambil perjudian yang berbeda, mungkin dengan pit lebih awal atau mencoba bertahan selama mungkin dengan ban medium,” tutur Mattia Binotto, mengutip dari Crash, Rabu (1/5/2019).
“Menurut saya, Anda selalu bisa membahas strategi itu setelah balapan. Secara umum kami tidak melakukan kesalahan apa pun,” imbuh pria berusia 49 tahun tersebut.

Meski gagal memenangi balapan, strategi tersebut membuahkan hasil berupa catatan waktu tercepat yang dicetak Charles Leclerc pada putaran ke-50. Catatan waktu 1 menit 43,009 detik tersebut berbuah tambahan satu poin bagi Leclerc sesuai regulasi baru.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.