nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Kekalahan Marcus/Kevin dari Endo/Watanabe di Final Kejuaraan Asia 2019

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 29 April 2019 15:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 29 40 2049396 penyebab-kekalahan-marcus-kevin-dari-endo-watanabe-di-final-kejuaraan-asia-2019-Cf8In099yC.jpg Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: Laman resmi PBSI)

WUHAN – Pil pahit harus ditelan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, di partai final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019. Mereka gagal menaklukkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, sehingga harus puas hanya menyabet posisi runner-up. Marcus/Kevin takluk dengan skor 18-21 dan 3-21.

Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, pun membeberkan penyebab kekalahan Marcus/Kevin dari Endo/Watanabe, khususnya kekalahan telak di game kedua. Menurutnya, semua ini terjadi karena Marcus/Kevin memulai laga dengan kondisi yang kurang baik. Mereka harus tertinggal jauh di game pertama dengan skor 1-8.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: Laman resmi PBSI

Usaha Marcus/Kevin untuk mengejar ketertinggalannya di set pertama dinilai telah menguras tenaga mereka. Hal ini pun memberi dampak terhadap permainan pasangan berjuluk The Minnions itu di set kedua. Situasi semakin terasa sulit karena mental pasangan ganda putra peringkat satu dunia itu telah menurun.

BACA JUGA: Gagal Juara, Pelatih: Peforma Marcus/Kevin memang Menurun

“Semua bermula dari game pertama, sudah ketinggalan jauh 1-8, lalu bisa menyusul. Kalau ketinggalan terlalu jauh itu sebenarnya sudah berat, ditambah lagi sudah balik leading tapi enggak berhasil tambah poin lagi dan malah kalah. Dari posisi tertekan dan bisa nyusul, itu kan melelahkan, dan performanya jadi menurun. Game pertama kalah, dari segi mental sudah turun,” ujar Aryono, sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (29/4/2019).

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Foto: Laman resmi PBSI

“Di game kedua, Marcus/Kevin sudah mau bangkit, tapi lawan sudah 'ditembak' juga enggak 'mati-mati', jadi Marcus/Kevin agak frustrasi. Di game pertama kalah, pada saat sudah balik memimpin dan menyerang tapi lawan enggak mati-mati, ya tenaganya pasti habis,” lanjutnya.

Marcus/Kevin sendiri tak tinggal diam melihat kondisi ini. Mereka telah berusaha mengubah permainan. Tetapi, Aryono mengatakan apiknya pemainan Endo/Watanabe membuat rencana yang sudah disusun tak bisa berjalan dengan baik. Karena itu, kekalahan pun tak terelakkan. Hasil ini pun menambah panjang puasa gelar juara Marcus/Kevin pada musim ini.

“Sudah (ada upaya mengubah permainan di game kedua) karena menyerang tidak tembus, coba main bertahan, tapi pertahanannya tidak kuat juga. Sudah coba ubah pola main dengan banyak mengarahkan bola ke area belakang lawan dan tidak main kencang-kencang saja, tapi tetap tidak bisa tembus. Pertahanan lawan memang rapat, tapi dari Kevin/Marcus juga tidak yakin, main defense mati, nyerang enggak tembus,” tukas Aryono.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini