nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Poppy Puspita, Pebiliar Andal yang Rangkap Jadi Dokter Gigi

Djanti Virantika, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 14:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 24 43 2047445 poppy-puspita-pebiliar-andal-yang-rangkap-jadi-dokter-gigi-EwqB5lsC1o.jpg Poppy Puspita, dokter gigi sekaligus atlet biliar Indonesia. (Foto: Istimewa)

NAMA Poppy Puspita tersohor di dunia olahraga biliar Indonesia. Pasalnya, di balik parasnya yang cantik, Poppy telah menjadi salah satu atlet biliar andal di Indonesia. Hal ini telah dibuktikan wanita kelahiran Bandung 31 Oktober 1978 dengan menyabet berbagai gelar juara di beragam turnamen biliar.

Poppy mengantongi lima medali dari keikutsertaannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2018. Lima medali itu terdiri dari satu emas dari nomor double putri, dua medali perak dari nomor single 10 ball dan double mix 10 ball, serta dua medali perunggu dari nomor single 15 ball dan double mix 9 ball.

Prestasi Poppy tak sampai di situ. Ibu dua anak ini juga menyabet gelar juara di ajang Open Ladies Cirebon 2006 dan PEPI Cup 2014. Poppy juga mencatatkan namanya sebagai juara 3 Open Ladies Lampung 2006, juara 3 Open Ladies Bali 2015, dan juara dua di nomor 9 ball PEPI Cup.

Torehan manis Poppy di dunia biliar pun menjadi semakin luar biasa jika menilik latar belakangnya yang juga menjadi dokter gigi. Ya, Poppy tak hanya berprofesi sebagai atlet biliar. Ia juga menjadi dokter gigi di poliklinik karyawan BNP2TKI, Jakarta.

Dokter gigi lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, mengaku keputusannya menjalani dua profesi sekaligus bukanlah hal yang mudah. Poppy harus pintar mencuri-curi waktu untuk bisa bekerja sebagai dokter gigi dan terus mengasah kemampuannya sebagai pebiliar. Hal ini belum ditambah dengan statusnya yang juga telah menjadi ibu rumah tangga.

“Ya curi-curi waktu. Jadi kalau misalnya pulang kantor, kalau ada waktu senggang saya latihan. Di kantor, saya ini bisa cuti juga, jadi kalau ada seleksi untuk turnamen, saya biasanya cuti. Minimal seminggu sekali latihan. Kalau enggak bisa di hari biasa, saya biasanya latihan pada Sabtu atau Minggu karena di weekend saya enggak ada jadwal praktik, hanya Senin hingga Jumat,” ujar Poppy kepada Okezone.

Jalan terjal Poppy untuk berkarier sebagai atlet biliar sendiri tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan harus vakum dari olahraga biliar pada 2004 karena kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Setelah vakum sekira lima tahun, Poppy akhirnya mulai terjun lagi ke dunia biliar.

Ia mulai kembali mengikuti turnamen biliar. Ada dua turnamen yang diikutinya kala itu, yakni Red Ball dan PEPI Cup. Meski telah vakum cukup lama, kelihaian Poppy dalam dunia bola sodok ini tak sedikit pun memudar. Terbukti, ia langsung menjuarai dua turnamen tersebut. Tahun 2004 tak menjadi satu-satunya masa di mana Poppy memutuskan untuk vakum. Pada 2015, Poppy juga harus menghentikan kegiatannya di dunia olahraga karena melahirkan anak kedua.

Kecintaan Poppy dengan dunia biliar muncul secara tak terduga. Ia pertama kali mengenal biliar lewat temannya. Dari situ, Poppy ternyata memahami bahwa dirinya memiliki kemampuan khusus dalam cabang olahraga ini. Ia pun memberanikan diri untuk mengikuti turnamen.

“Awal kenal biliar dikenalin teman, diajak main. Awal ikut turnamen, saya belum bisa apa-apa. Modal nekat saja. Kemudian diajak bergabung ke klub (Qsight pada 2004). Di sana, saya baru cepat bisa,” tutur Poppy.

Dari situlah, bakat Poppy semakin mumpuni. Ia bahkan mendapat panggilan untuk masuk pelatnas SEA Games pada 2005. Setelah memenangi sejumlah gelar, Poppy tentu saja belum puas. Ia masih berharap bisa menorehkan karier yang lebih cemerlang lagi di olahraga biliar. Ia bertekad mengepakkan sayapnya dengan bertarung di ajang internasional. Ia berencana mengikuti pertandingan level internasional World Pool Championship yang dihelat di China.

Poppy sendiri kini berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Harapan khusus tentu saja dimilikinya untuk POBSI. Ia ingin POBSI bisa menjadi lebih baik lagi dan merangkul semua atletnya. Dengan begitu, prestasi manis bisa ditorehkan POBSI untuk Indonesia.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini