AJANG Kejuaraan Bulu Tangkis Asia kembali bergulir pada akhir pekan ini atau tepatnya pada 23-28 April 2019 yang dihelat di Wuhan Sports Gymnasium, China. Penampilan ganda campuran Indonesia pun menjadi salah satu yang dinantikan. Sebab, di nomor ini, Indonesia berhasil tampil cukup gemilang.
Dalam dua dekade terakhir, Indonesia berhasil mengemas lima medali emas dari nomor ganda campuran di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Tentu saja, tren positif ini diharapkan bisa terulang kembali pada tahun ini lewat aksi para wakil Indonesia.
Tahun ini sendiri, Indonesia menurunkan empat pasangan. Keempat pasangan itu ialah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami. Dari empat wakil tersebut, tiga di antaranya berhasil meloloskan diri ke babak kedua Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019.
Kali ini, Okezone pun bakal membahas wakil Indonesia di nomor ganda campuran yang berhasil keluar sebagai kampiun pada ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Rabu (24/4/2019), berikut lima ganda campuran terakhir Indonesia yang kampiun Kejuaraan Bulu Tangkis Asia.
5. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2015)
Di nomor kelima, ada nama pasangan ganda campuran legendaris Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang resmi berpisah pada awal Januari 2019 itu pernah merasakan bertengger di podium pertama Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Hal itu terjadi pada 2015.

Gelar juara ini didapat Owi/Butet –sapaan akrab Tontowi/Liliyana– setelah menumbangkan wakil Hong Kong, Reginald Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah, di partai final. Pertarungan ini pun dilewati Tontowi/Liliyana dengan mudah. Mereka memenangkan laga secara straight set dengan skor 21-16 dan 21-15.
Akibat hasil ini, Reginald/Chau harus puas hanya merengkuh medali perak. Sementara itu, medali perunggu di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2015 ini didapat oleh Xu Chen/Ma Jin (China) dan Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo (Jepang).