nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rossi Minta FIM Revisi Hukuman bagi Pelanggar Jump Start

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 12:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 38 2044119 rossi-minta-fim-revisi-hukuman-bagi-pelanggar-jump-start-0mMlkwgktW.jpg Valentino Rossi (Foto: motogp.com)

AUSTIN – Pembalap senior Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, ikut mengomentari hukuman yang diberikan FIM –selaku panitia MotoGP– bagi para pelanggar jump start. Rossi menyarankan agar FIM mengganti hukuman ride through penalty jadi long lap penalty bagi yang melanggar jump start.

Sebagaimana diketahui, pelanggaran jump start memang menjadi fenomena tersendiri di MotoGP musim 2019. Bagaimana tidak dalam dua balapan terakhir, sudah ada tiga pembalap yang dinyatakan bersalah telah melakukan jump start.

Rider pertama yang dihukum usai melakukan jump start adalah Cal Crutchlow (LCR Honda) di MotoGP Argentina 2019. Crutchlow diketahui melakukan pergerakan sebelum lampu start mati. Crutchlow dihukum ride through penalty, hingga akhirnya kehilangan banyak waktu untuk bersaing di posisi terdepan.

Sementara pada MotoGP Amerika Serikat 2019 ada dua pembalap yang dinyatakan melakukan jump start, yakni Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) serta Joan Mir (Suzuki Ecstar). Hukuman itu pun berdampak terhadap buruknya posisi yang diraih keduanya di MotoGP Amerika Serikat 2019.

Baca Juga: Meregalli: Hasil COTA Jadi Modal Baik untuk Rossi dan Vinales Hadapi Jerez

Maraknya pembalap yang tak menerima dihukum ride through penalty, membuat para rider berinisiatif melakukan diskusi dengan Komite Keselamatan. Tujuannya adalah mengganti hukuman ride through penalty menjadi long lap penalty bagi yang melanggar jump start, meski hingga kini belum ada kata sepakat seperti yang diklaim Rossi.

Valentino Rossi

“Dalam rapat Komite Keselamatan, kami bicara soal long lap penalty. Banyak dari kami sepakat menggantinya dengan hukuman itu (ride through penalty),” ucap Rossi, seperti dikutip dari GPOne, Selasa (16/5/2019).

“Akan tetapi diskusi ini masih terbuka, artinya belum ada kesepakatan yang terjalin. Sebab ada penolakan dari beberapa pembalap terkait pergantian hukuman itu, salah satunya dari Cal,” tutup pembalap berusia 40 tahun tersebut.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini