nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Brivio Sebut Hukuman Penalti Jump Start Terlalu Lebay

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 16 April 2019 10:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 38 2044070 brivio-sebut-hukuman-penalti-jump-start-terlalu-lebay-kUfAZFewQ1.jpg Davide Brivio (Foto: motogp.com)

AUSTIN – Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, memberikan reaksi terkait hukuman penalti yang diberikan FIM –panitia MotoGP– untuk para pembalap yang melanggar regulasi jump start. Menurut Brivio hukuman yang diberikan FIM terhadap pembalap yang melakukan jump start terlalu berlebihan atau biasa disebut lebay.

Sebagaimana diketahui, pelanggaran jump start memang menjadi fenomena tersendiri di MotoGP musim 2019. Bagaimana tidak dalam dua balapan terakhir, sudah ada tiga pembalap yang dinyatakan bersalah telah melakukan jump start.

Cal Crutchlow

Rider pertama yang dihukum usai melakukan jump start adalah Cal Crutchlow (LCR Honda) di MotoGP Argentina 2019. Crutchlow diketahui melakukan pergerakan sebelum lampu start mati. Crutchlow dihukum ride through penalty, hingga akhirnya kehilangan banyak waktu untuk bersaing di posisi terdepan.

Baca Juga: Kena Penalti di MotoGP Amerika Serikat 2019, Vinales: Itu memang Salah Saya

Sementara pada MotoGP Amerika Serikat 2019 ada dua pembalap yang dinyatakan melakukan jump start, yakni Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) serta Joan Mir (Suzuki Ecstar). Hukuman itu pun berdampak terhadap buruknya posisi yang diraih keduanya di MotoGP Amerika Serikat 2019. Brivio pun meminta agar FIM merevisi hukuman jump start yang dinilainya terlalu berlebihan.

“Penalti ini terlalu besar dibanding apa yang Anda lakukan. Saya sangat setuju apabila para pembalap tidak boleh melakukan pergerakan sedikitpun sebelum lampu start mati,” jelas Brivio, seperti dikutip dari Motorsport, Selasa (16/4/2019).

“Akan tetapi sekalinya Anda bergerak, maka Anda bakal kehilangan 30 hingga 35 detik untuk ride through penalty. Ini semua berlebihan. Saya merasa kami harus mencari titik tengahnya, mencari hukuman yang adil,” tuntas pria asal Italia tersebut.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini