nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perseteruan Kian Memanas, Khabib Kini Anggap McGregor Pengecut

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 08 April 2019 16:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 08 43 2040613 perseteruan-kian-memanas-khabib-kini-anggap-mcgregor-pengecut-pPDZ6wGAB1.jpg Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Petarung yang melibatkan dua petarung Ultimate Fighting Championship (UFC), yakni Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor, semakin memanas. Keduanya terus melempar kritik, sindiran, hingga hinaan di media sosial. Kini, Khabib pun kembali menyerang McGregor. Ia menganggap petarung asal Republik Irlandia itu seorang pengecut lantaran hanya berani mengejeknya dari jauh.

McGregor memang terus-menerus melontarkan hinaan kepada Khabib. Kondisi ini sudah terjadi sejak keduanya terlibat pertarungan di UFC 229 yang akhirnya dimenangkan Khabib. Pertarungan itu memang berjalan begitu panas bahkan hingga berbuntut hukuman. Keduanya pun kini sama-sama tengah menjalani masa hukuman larangan bertanding.

Conor McGregor

Meski tak terlibat pertarungan di atas ring, keduanya tetap aktif melontarkan sindiran di media sosial. Baru-baru ini, McGregor bahkan melontarkan hinaan berbau rasis kepada Khabib. Ia menghina istri sekaligus agama Khabib.

BACA JUGA: Setelah McGregor, Khabib Diserang Tony Ferguson di Twitter

Mendapati kondisi ini, Khabib tentu saja geram. Ia merasa McGregor seorang pengecut karena hanya berani menyerangnya dengan hinaan dari jarak jauh. Sementara saat berhadapan di octagon, McGregor tak berani melontarkan satu pun hinaan kepada Khabib.

Khabib Nurmagomedov

"McGregor selalu ingin menjadi berita utama. Jika Anda perhatikan, setiap pertandingan UFC usai, dia akan berkomentar. Dia memuji mereka yang menang atau menghina seseorang. Ini adalah caranya mempromosikan diri. Dia tahu apa yang dia lakukan. Saya tidak punya masalah dengan itu. Dia bisa mengatakan apa pun yang dia inginkan,” ujar Khabib, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Senin (8/4/2019).

"Tetapi, di dalam octagon, dia tidak berani mengatakan apa pun. Ketika saya memukul wajahnya dengan siku dan lutut, ketika saya berkata, ‘Mari bicara.' Dia justru tidak menanggapi. Sekarang, ketika dia berada ribuan kilometer jauhnya, dia mengatakan banyak hal. Itu menunjukkan betapa rendahnya dia sebenarnya. Saya tidak punya masalah dengan itu karena ketika kami berada di octagon, ketika dia tersungkur dan tidak berbicara kepada saya, itulah yang benar-benar penting,” tukasnya.

(ADP)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini